GAYA HIDUPTAULAH PIAN

Kenapa Ketupat Kandangan Selalu Identik dengan Ikan Haruan?

×

Kenapa Ketupat Kandangan Selalu Identik dengan Ikan Haruan?

Sebarkan artikel ini
Kenapa Ketupat Kandangan Selalu Identik dengan Ikan Haruan? (Dok: Ilustrasi)
Kenapa Ketupat Kandangan Selalu Identik dengan Ikan Haruan? (Dok: Ilustrasi)

TAULAH PIAN, narasipublik.net Ketupat biasanya identik dengan makanan yang disajikan bersama opor atau gulai. Namun di Kalimantan Selatan, ada sajian berbeda yang punya karakter kuat: Ketupat Kandangan.

Sesuai namanya, kuliner ini berasal dari Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Ketupat disajikan bersama ikan haruan atau ikan gabus yang sebelumnya dipanggang, kemudian disiram kuah santan gurih.

Sekilas sederhana, namun perpaduan ketupat, ikan haruan, santan, dan bumbu khas membuat hidangan ini memiliki rasa yang begitu mudah dikenali.

Ikan Haruan Jadi Ciri yang Sulit Dipisahkan

Salah satu hal yang membuat Ketupat Kandangan berbeda adalah penggunaan ikan haruan.

Ikan yang juga dikenal sebagai gabus tersebut umumnya dipanggang terlebih dahulu sebelum disajikan bersama kuah santan. Cara pengolahan ini memberikan aroma khas pada hidangan.

Ketupat menjadi pendamping utama. Sementara kuah santan memberikan rasa gurih yang menyatukan ketupat dan ikan dalam satu sajian.

Beberapa unsur yang membuat hidangan ini khas antara lain:

  • Ketupat sebagai sumber karbohidrat utama.
  • Ikan haruan panggang sebagai lauk utama.
  • Kuah santan dengan racikan bumbu khas.
  • Pelengkap dan sambal yang dapat berbeda sesuai tempat atau resep keluarga.

Menariknya, kuliner ini bukan hanya dikenal di Kandangan.

Ketupat Kandangan kini dapat ditemukan di berbagai daerah Kalimantan Selatan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bahkan memasukkannya dalam berbagai kegiatan promosi kuliner Banua, bersama Soto Banjar dan makanan khas lainnya.

Bukan Sekadar Makanan, Ketupat Kandangan Sudah Jadi Warisan Budaya

Ada alasan mengapa Ketupat Kandangan layak disebut lebih dari sekadar makanan khas daerah.

Pada 2022, Ketupat Kandangan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dari Kalimantan Selatan dalam kategori kemahiran dan kerajinan tradisional. Penetapan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberadaan kuliner tradisional agar tetap dikenal dan diwariskan.

Bagi masyarakat HSS, ketupat ini juga menjadi bagian dari identitas daerah.

Kawasan Kandangan bahkan dikenal memiliki potensi wisata kuliner yang salah satunya bertumpu pada Ketupat Kandangan. Dokumen perencanaan pariwisata daerah HSS mencatat kuliner tersebut sebagai salah satu daya tarik kawasan.

Inilah yang membuat Ketupat Kandangan menarik.

Ia tidak hanya bercerita tentang makanan.

Ada bahan lokal, cara memasak, kebiasaan masyarakat, hingga identitas sebuah daerah yang ikut tersaji dalam satu piring.

Kesimpulan

Ketupat Kandangan menunjukkan bahwa makanan tradisional tidak selalu membutuhkan bahan yang rumit untuk menjadi istimewa.

Ketupat, ikan haruan panggang, dan kuah santan yang gurih justru mampu membentuk cita rasa yang menjadi ciri khas masyarakat Banua.

Ketika sebuah makanan diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap dikenal hingga sekarang, yang dipertahankan sebenarnya bukan hanya resepnya.

Ada cerita tentang daerah, kebiasaan, dan identitas masyarakat yang ikut hidup di dalamnya.

Jadi, kalau kamu berkunjung ke Kandangan dan menemukan sepiring Ketupat Kandangan, jangan hanya melihatnya sebagai makanan. Bisa jadi, kamu sedang menikmati salah satu bagian dari cerita panjang kuliner Banua.