SEJARAH & BUDAYATAULAH PIAN

Mengenal Balogo, Permainan Tradisional Banjar yang Sarat Nilai Budaya

×

Mengenal Balogo, Permainan Tradisional Banjar yang Sarat Nilai Budaya

Sebarkan artikel ini
Mengenal Balogo, Permainan Tradisional Banjar yang Sarat Nilai Budaya. (Dok: Ilustrasi)
Mengenal Balogo, Permainan Tradisional Banjar yang Sarat Nilai Budaya. (Dok: Ilustrasi)

TAULAH PIAN, narasipublik.net Sebelum permainan digital memenuhi layar ponsel, anak-anak di Banua sudah memiliki berbagai permainan tradisional yang dimainkan bersama.

Salah satunya adalah balogo.

Permainan ini dikenal sebagai permainan tradisional masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Bentuknya sederhana, tetapi membutuhkan ketepatan dan konsentrasi dari pemainnya.

Balogo bahkan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dari Kalimantan Selatan melalui keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2017.

Seperti Apa Permainan Balogo?

Balogo dimainkan menggunakan benda yang disebut logo atau lugu.

Logo biasanya berbentuk pipih dan dibuat dari bahan yang cukup kuat. Pemain kemudian menggunakan alat pemukul untuk mengarahkan logo menuju sasaran.

Sekilas terlihat mudah. Namun, pemain tidak bisa asal memukul.

Arah, posisi sasaran, serta kekuatan pukulan harus diperhitungkan agar logo dapat mengenai target dengan tepat.

Dalam pertandingan, kemampuan tersebut menjadi bagian penting untuk menentukan kemenangan.

Balogo juga dapat dimainkan secara individu maupun beregu. Perkembangannya kini membuat permainan tradisional tersebut tidak hanya dimainkan sebagai hiburan, tetapi juga dipertandingkan dalam berbagai kegiatan olahraga tradisional.

Beberapa kemampuan yang dibutuhkan dalam permainan balogo antara lain:

  • Ketepatan dalam mengarahkan logo.
  • Konsentrasi saat menentukan sasaran.
  • Kontrol tenaga ketika memukul.
  • Strategi dalam menghadapi lawan.
  • Sportivitas selama pertandingan.

Karena dimainkan bersama, balogo juga dapat menjadi ruang interaksi antarpemain dan masyarakat.

Dari Permainan Tradisional Menjadi Warisan Budaya

Balogo memiliki perjalanan yang cukup panjang dalam kehidupan masyarakat Banjar.

Permainan yang dahulu dapat ditemukan dalam lingkungan masyarakat tersebut kini terus diperkenalkan melalui festival, perlombaan, dan berbagai kegiatan kebudayaan.

Pemerintah Kalimantan Selatan juga masih menyelenggarakan berbagai kegiatan yang melibatkan balogo sebagai bagian dari upaya mempertahankan olahraga tradisional. Pada Festival Balogo Kalsel 2025, misalnya, pertandingan digelar dalam kategori perorangan dan ganda.

Keberadaan festival seperti itu membuat balogo memiliki ruang untuk dikenal oleh generasi yang lebih muda.

Permainan ini juga menunjukkan bahwa olahraga tradisional tidak selalu membutuhkan peralatan yang rumit.

Dengan alat sederhana, pemain sudah dapat mengasah kemampuan fisik sekaligus konsentrasi.

Lebih dari itu, balogo menyimpan nilai budaya yang berkaitan dengan kebersamaan dan sportivitas.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa keberadaan permainan tradisional perlu terus diperkenalkan.

Di tengah semakin populernya permainan berbasis teknologi, balogo menjadi pengingat bahwa masyarakat Banjar memiliki bentuk hiburan dan olahraga sendiri yang telah diwariskan dari generasi sebelumnya.

Balogo adalah permainan tradisional masyarakat Banjar yang mengandalkan ketepatan, konsentrasi, kontrol tenaga, dan strategi. Permainan ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dan terus diperkenalkan melalui berbagai perlombaan serta kegiatan pelestarian budaya.