TAULAH PIAN, narasipublik.net – Setiap hari nama Banjarmasin disebut jutaan kali, tetapi tidak semua orang mengetahui dari mana nama ibu kota Kalimantan Selatan itu berasal.
Jauh sebelum dikenal sebagai Banjarmasin, kawasan ini memiliki nama Banjarmasih.
Nama tersebut berkaitan dengan sebuah kampung di kawasan Kuin yang menjadi bagian penting dalam awal perkembangan Kesultanan Banjar. Pemerintah Kota Banjarmasin mencatat kampung Banjarmasih berada di kawasan utara muara Sungai Kuin.
Banjarmasih dan Sosok Patih Masih
Dalam sejarah Kota Banjarmasin, nama Banjarmasih dikaitkan dengan Patih Masih, seorang pemimpin kampung yang disebut berperan dalam berdirinya Kerajaan Banjar.
Kampung tersebut juga dikenal sebagai tempat tinggal masyarakat yang disebut Oloh Masih. Dalam penjelasan Pemerintah Kota Banjarmasin, istilah tersebut berkaitan dengan sebutan orang Melayu dalam bahasa Ngaju.
Kampung Banjarmasih berada di kawasan yang kini dikenal sebagai Kuin dan sekitarnya. Letaknya sangat dekat dengan jalur sungai.
Pada masa itu, sungai bukan hanya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Sungai juga menjadi jalur penting untuk perdagangan dan pergerakan manusia.
Dari kawasan inilah kemudian muncul perkembangan kekuasaan Pangeran Samudera.
Pangeran Samudera sebelumnya merupakan bagian dari Kerajaan Negara Daha. Dalam perjalanan sejarahnya, ia kemudian mendapat dukungan dari masyarakat Banjarmasih dan menjadi raja.
Pangeran Samudera kemudian memeluk Islam dan bergelar Sultan Suriansyah. Pemerintah Kota Banjarmasin menetapkan 24 September 1526 sebagai Hari Jadi Kota Banjarmasin, berkaitan dengan momentum tersebut.
Bagaimana Banjarmasih Berubah Menjadi Banjarmasin?
Perubahan nama dari Banjarmasih menjadi Banjarmasin berlangsung secara bertahap.
Dalam sejumlah dokumen lama, nama tersebut pernah ditulis dalam bentuk seperti Bandzermasch dan kemudian Bandjarmassin.
Pemerintah Kota Banjarmasin mencatat bahwa penggunaan bentuk “Banjarmasin” kemudian semakin dikenal hingga menjadi bentuk nama yang digunakan sekarang.
Menariknya, Banjarmasin juga pernah dikenal dengan nama Kota Tatas.
Nama Tatas berkaitan dengan kawasan Pulau Tatas yang berada di sekitar wilayah pusat kota sekarang. Kawasan tersebut kemudian menjadi pusat pemerintahan kolonial Belanda setelah Kesultanan Banjar dihapuskan pada 1860.
Sementara itu, kawasan Kuin tetap memiliki posisi penting dalam sejarah karena di sanalah jejak awal Banjarmasin sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Banjar berkembang.
Jejak tersebut masih dapat dirasakan hingga sekarang.
Nama Banjarmasih, Kuin, dan Banjar Lama terus muncul dalam pembahasan mengenai sejarah awal Kota Banjarmasin.
Artinya, nama Banjarmasin yang kita kenal hari ini bukanlah sebuah nama yang muncul begitu saja.
Di baliknya ada kampung, sungai, masyarakat, dan perjalanan politik yang membentuk sejarah Banjar.
Kesimpulan
Nama Banjarmasin membawa cerita panjang dari sebuah kampung bernama Banjarmasih di kawasan Kuin. Dari tempat inilah kemudian berkembang pusat kekuasaan yang memiliki peran penting dalam sejarah Kesultanan Banjar.
Perubahan dari Banjarmasih hingga menjadi Banjarmasin menunjukkan bahwa sebuah nama kota dapat menyimpan jejak perjalanan masyarakat selama berabad-abad.
Jadi, setiap kali kamu menyebut “Banjarmasin”, sebenarnya kamu sedang menyebut nama yang memiliki cerita panjang tentang kampung, sungai, kerajaan, dan lahirnya sebuah kota di Banua.
