SEJARAH & BUDAYATAULAH PIAN

Apa Arti “Pian”? Ternyata Ini Maknanya dalam Bahasa Banjar

×

Apa Arti “Pian”? Ternyata Ini Maknanya dalam Bahasa Banjar

Sebarkan artikel ini
Apa Arti “Pian”? Ternyata Ini Maknanya dalam Bahasa Banjar. (Dok: Ilustrasi)
Apa Arti “Pian”? Ternyata Ini Maknanya dalam Bahasa Banjar. (Dok: Ilustrasi)

TAULAH PIAN, narasipublik.net Bagi orang yang baru mengenal bahasa Banjar, kata “pian” mungkin terdengar seperti sapaan biasa.

Namun bagi masyarakat Banjar, kata ini memiliki nuansa yang lebih dalam.

Secara umum, pian merupakan kata ganti orang kedua yang dapat berarti Anda atau kamu. Yang menarik, penggunaannya juga berkaitan dengan cara masyarakat Banjar menunjukkan rasa hormat kepada orang yang diajak berbicara.

Tidak heran jika kata ini sangat sering terdengar dalam percakapan sehari-hari.

“Pian” Bukan Sekadar Kata Ganti

Dalam bahasa Banjar dikenal beberapa bentuk sapaan untuk orang kedua.

Salah satunya adalah pian.

Penelitian Badan Bahasa menjelaskan bahwa pian merupakan bentuk sapaan orang kedua tunggal dengan tingkat kesopanan yang lebih tinggi. Sementara ikam lebih umum digunakan dalam hubungan yang lebih akrab atau kepada orang yang lebih muda.

Karena itu, pemilihan kata tidak hanya bergantung pada siapa yang sedang diajak berbicara.

Hubungan antara pembicara dan lawan bicara juga ikut menentukan.

Misalnya, ketika berbicara kepada seseorang yang lebih tua atau dihormati, penggunaan pian dapat menjadi bentuk penghormatan.

Beberapa contoh sederhana:

  • “Pian sudah makan?” — Anda sudah makan?
  • “Pian handak kamana?” — Anda mau ke mana?
  • “Pian datang jam barapa?” — Anda datang jam berapa?

Kata tersebut membuat sebuah kalimat terdengar lebih halus dibandingkan penggunaan sapaan yang lebih akrab.

Inilah salah satu hal menarik dalam bahasa Banjar.

Sebuah kata tidak hanya menyampaikan arti, tetapi juga dapat menunjukkan sikap dan hubungan sosial antara orang yang berbicara.

“Pian” dan “Ikam”, Kenapa Tidak Sama?

Sekilas, pian dan ikam sama-sama dapat diterjemahkan sebagai “kamu”.

Namun penggunaannya tidak selalu sama.

Dalam kajian mengenai tata krama masyarakat Banjar, pian termasuk sapaan yang menunjukkan kesopanan, sedangkan ikam digunakan dalam situasi yang lebih akrab. Sumber tersebut juga menjelaskan bahwa masyarakat Banjar memiliki kebiasaan memilih sapaan berdasarkan hubungan sosial dan usia lawan bicara.

Artinya, salah menggunakan sapaan bisa membuat nuansa percakapan berubah.

Hal ini menunjukkan bahwa bahasa daerah tidak hanya berisi kosakata.

Di dalamnya tersimpan aturan sosial yang berkembang bersama kehidupan masyarakat.

Bahasa Banjar sendiri memiliki dua dialek utama, yaitu Banjar Hulu dan Banjar Kuala. Keduanya digunakan di wilayah yang berbeda, meskipun penuturnya tetap dapat saling berkomunikasi.

Menariknya, kata pian juga tetap digunakan masyarakat Banjar di luar Kalimantan Selatan.

Bahasa Banjar diketahui digunakan pula oleh sebagian masyarakat Banjar di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Itulah sebabnya satu kata sederhana seperti pian dapat menjadi bagian dari identitas bahasa yang lebih luas.

“Pian” dalam bahasa Banjar berarti Anda atau kamu, tetapi penggunaannya juga mencerminkan kesopanan dan penghormatan. Berbeda dengan “ikam” yang lebih akrab, “pian” umumnya digunakan dalam situasi yang lebih sopan.