TAULAH PIAN, narasipublik.net – Menyambut Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, ada banyak cara bermakna untuk merayakannya.
Selain memeriahkan lomba atau upacara bendera, mengunjungi destinasi wisata sejarah bisa menjadi pilihan tepat.
Melalui museum dan situs bersejarah, kita bisa bernapak tilas mengenang perjuangan para pahlawan bangsa. Liburan edukatif ini sangat cocok dinikmati bersama keluarga maupun kerabat.
Melansir laman resmi Kementerian Pariwisata, berikut sembilan rekomendasi lokasi wisata sejarah kemerdekaan yang menarik untuk dikunjungi:
1. Tugu Proklamasi (Jakarta)
Kawasan di Menteng, Jakarta Pusat ini berdiri di atas tanah bekas kediaman Presiden Soekarno. Lokasi ini menjadi saksi pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Di kompleks monumen ini, pengunjung bisa melihat Patung Proklamator Soekarno-Hatta, Monumen Naskah Proklamasi, Tugu Petir, hingga Tugu Peringatan Satu Tahun Kemerdekaan.
2. Rumah Rengasdengklok (Karawang)
Rumah milik warga keturunan Tionghoa, Djiauw Kie Siong, di Karawang menjadi lokasi penting menjelang proklamasi. Bung Karno dan Bung Hatta sempat dibawa ke tempat ini oleh kelompok pemuda pada 16 Agustus 1945.
Bangunan bergaya campuran Tionghoa-Jawa ini masih merawat kamar asli kedua proklamator serta beragam artefak sejarah perjuangan.
3. Hotel Majapahit (Surabaya)
Ikon perjuangan Kota Pahlawan ini berlokasi di Jalan Tunjungan, Surabaya. Hotel bergaya Eropa klasik ini menjadi tempat peristiwa bersejarah perobekan warna biru pada bendera Belanda oleh para pemuda pada 19 September 1945.
Kini, selain beroperasi sebagai tempat menginap, pengunjung bisa mengagumi keaslian arsitektur cagar budaya yang terawat rapi ini.
4. Benteng Fort Rotterdam (Makassar)
Benteng yang awalnya bernama Benteng Ujung Pandang ini dibangun Kesultanan Gowa pada 1545. Bangunan berbentuk unik menyerupai penyu ini menyimpan jejak panjang perlawanan terhadap kolonial.
Di kawasan ini, wisatawan bisa mendatangi Museum La Galigo hingga melihat ruang tahanan yang pernah menjadi lokasi pengasingan Pangeran Diponegoro.
5. Gedung Joang ’45 (Jakarta)
Museum yang berlokasi di Menteng Raya, Jakarta Pusat ini dahulunya bernama Hotel Schomper. Tempat ini kemudian menjadi markas pergerakan dan pendidikan politik para pemuda pada era pendudukan Jepang.
Pengunjung bisa melihat koleksi mobil dinas Presiden Soekarno, tandu gerilya Jenderal Soedirman, diorama sejarah, hingga perpustakaan.
6. Monumen Nasional / Monas (Jakarta)
Tugu setinggi 132 meter di Jakarta Pusat ini merupakan simbol utama perjuangan rakyat Indonesia.
Di bagian dasar Monas, terdapat Museum Sejarah Nasional yang menampilkan puluhan diorama. Sementara di Ruang Kemerdekaan, tersimpan rekaman suara asli Bung Karno saat membaca teks Proklamasi.
7. Museum Perumusan Naskah Proklamasi (Jakarta)
Gedung bergaya kolonial di Menteng ini dulunya merupakan tempat tinggal Laksamana Muda Tadashi Maeda.
Di sinilah para tokoh bangsa berkumpul untuk merumuskan naskah proklamasi pada malam menjelang 17 Agustus 1945. Pengunjung juga bisa melihat ruang pengetikan tempat Sayuti Melik bekerja hingga bunker darurat bawah tanah.
8. Radio Republik Indonesia / RRI (Jakarta)
RRI memiliki andil luar biasa dalam menyebarluaskan berita proklamasi ke seluruh penjuru negeri dan dunia di awal kemerdekaan.
Gedung pusatnya berada di Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Di sini, pengunjung bisa melihat transformasi penyiaran, studio produksi, hingga koleksi sejarah perkembangan radio nasional.
9. Rumah Pengasingan Bung Karno (Ende)
Situs sejarah di Nusa Tenggara Timur ini menjadi saksi pengasingan Bung Karno oleh pemerintah Belanda pada kurun waktu 1934–1938.
Bangunan ini menyimpan perabot asli, foto dokumentasi, hingga tempat perenungan Bung Karno yang melahirkan gagasan awal mengenai nilai-nilai dasar Pancasila.
