AMUNTAI (HSU)

Tiba di Amuntai, Ribuan Santri dan Jemaah Sambut Kedatangan Jenazah KH Husin Nafarin

×

Tiba di Amuntai, Ribuan Santri dan Jemaah Sambut Kedatangan Jenazah KH Husin Nafarin

Sebarkan artikel ini
Ribuan santri dan jemaah menyambut kedatangan jenazah KH Husin Nafarin di Ponpes Rakha Amuntai. (Dok. Narasi Publik)
Ribuan santri dan jemaah menyambut kedatangan jenazah KH Husin Nafarin di Ponpes Rakha Amuntai. (Dok. Narasi Publik)

AMUNTAI, narasipublik.net Iring-iringan ambulans yang membawa jenazah ulama kharismatik KH Husin Nafarin tiba di Pondok Pesantren (Ponpes) Rakha Amuntai sekitar pukul 16.10 WITA, Rabu (06/05/2026).

Kedatangan almarhum yang dikawal puluhan mobil rombongan langsung disambut isak tangis ribuan jemaah, santri, hingga tokoh agama yang telah memadati kawasan Masjid Pancasila.

Lantaran membludaknya pelayat yang ingin memberikan penghormatan terakhir, prosesi salat jenazah terpaksa dilaksanakan secara bergantian dalam beberapa gelombang.

Salat jenazah tersebut dipimpin langsung oleh mualim KH Syaukani Lc dengan suasana yang sangat khusyuk dan penuh rasa duka mendalam.

KH Husin Nafarin merupakan sosok penting di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang menjabat sebagai Ketua Yayasan Ponpes Rakha Amuntai sejak 2012, serta mantan Ketua MUI Kalsel dua periode.

Ketua LPTQ Kabupaten HSU, H Husairi Abdi Lc, mengatakan bahwa kepergian almarhum merupakan kehilangan yang sangat besar bagi masyarakat Banua.

​”Almarhum dikenal sebagai ulama yang memiliki dedikasi sangat tinggi dalam dakwah serta pendidikan keagamaan di daerah kita,” ujar Husairi Abdi.

Senada, Wakil Bupati HSU Hero Setiawan yang hadir mewakili pemerintah daerah mengenang almarhum sebagai tokoh panutan yang banyak berkontribusi bagi pembangunan keagamaan.

​”Beliau adalah sosok panutan yang telah memberikan banyak sumbangsih nyata bagi masyarakat dan kemajuan nilai-nilai religius di daerah,” kata Hero Setiawan.

Sementara itu, ​ribuan pelayat tampak mengiringi keberangkatan ambulans dari halaman pesantren sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sang guru yang dikenal santun dan berilmu luas tersebut.