BANJARMASIN, narasipublik.net – Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memperkuat konektivitas angkutan umum antar kabupaten/kota melalui integrasi lintas moda.
Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, Fitri Hernadi, menyampaikan peningkatan kualitas layanan lebih diutamakan dibanding ekspansi rute baru.
“Konektivitas memang belum menunjukkan pertumbuhan signifikan, tetapi kami membangun sinergi dan kolaborasi integrasi moda antara Trans Banjarbakula dengan feeder di kabupaten/kota,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Ia menjelaskan, integrasi difokuskan di kawasan aglomerasi Banjarbakula. Sejumlah layanan yang telah berjalan antara lain Trans Banjarmasin, Trans Banjarbaru, Trans Lakatan di Tanah Laut, serta Trans Intan di Kabupaten Banjar.
“Di luar Banjarbakula juga ada Langsat Manis di Tabalong dan Trans Sanggam di Balangan. Kolaborasi ini kami dorong agar masyarakat lebih mudah mengakses angkutan umum,” jelas Fitri.
Dishub Kalsel juga tengah mengkaji pengembangan layanan baru seperti Trans Banua Anam untuk wilayah Hulu Sungai dan Trans Saijaan Bersujud di kawasan pesisir Kotabaru dan Tanah Bumbu.
Selain itu, pihaknya memfasilitasi koperasi angkutan untuk menghidupkan kembali layanan angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) sebagai pengganti armada lama L300.
“Ke depan kemungkinan tidak lagi menggunakan L300 karena unitnya semakin langka. Alternatifnya bisa kendaraan sekelas Hiace atau lainnya yang memenuhi standar keselamatan dan standar pelayanan minimal,” katanya.
Fitri menegaskan, setiap operator wajib berbadan hukum koperasi dan memenuhi persyaratan dari Kementerian Perhubungan. Standar pelayanan minimal mencakup aspek keselamatan, ketepatan waktu, hingga profesionalitas pengemudi.
“Kita ingin integrasi antarmoda berjalan baik. Penumpang dari bandara atau halte sungai bisa lanjut ke Trans Banjarbakula lalu disambung feeder kabupaten/kota atau angkutan koperasi sampai tujuan akhir,” tambahnya.
Terkait pembiayaan, pemerintah daerah membuka peluang skema insentif melalui kemitraan atau sektor perbankan. “Kalau pun ada dukungan, kemungkinan melalui skema pembiayaan yang memberi insentif positif bagi operator dan masyarakat,” ujarnya.
Pada 2025, layanan Trans Banjarbakula melayani rata-rata 1.906.522 penumpang dengan load factor 81,04 persen. Kalsel juga tercatat sebagai salah satu provinsi di luar Jawa dengan jumlah layanan angkutan umum berbasis APBD terbanyak.
