MARABAHAN (BATOLA)PERISTIWA

4 Jenazah ABK Terjebak dalam Manhole TB Samudra Jaya 1 di Barito Kuala Berhasil Dievakuasi

×

4 Jenazah ABK Terjebak dalam Manhole TB Samudra Jaya 1 di Barito Kuala Berhasil Dievakuasi

Sebarkan artikel ini
Tim Gabungan berhasil melakukan evakuasi terhadap 4 ABK TB Samudra Jaya 1 yang terjebak di dalam manhole. (Dok. Istimewa)
Tim Gabungan berhasil melakukan evakuasi terhadap 4 ABK TB Samudra Jaya 1 yang terjebak di dalam manhole. (Dok. Istimewa)

MARABAHAN, narasipublik.net Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi empat Anak Buah Kapal (ABK) TB Samudra Jaya 1 yang terjebak di dalam ruang terbatas (manhole) kapal di perairan Sungai Tunjang, Kabupaten Barito Kuala.

Keempat korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah diduga terpapar gas beracun saat berada di dalam ruangan sempit kapal tersebut pada Selasa (06/05/2026).

Operasi evakuasi yang berlangsung hingga Rabu (07/05/2026) dini hari ini melibatkan tim dari Kantor SAR Banjarmasin, Ditpolair Polda Kalsel, TNI AL, serta berbagai unsur terkait lainnya.

Korban yang berhasil dievakuasi di antaranya adalah S (27), ZMH (34), HHA (28), dan TRZ (38), di mana proses pengangkatan jasad dilakukan secara bertahap mulai pukul 20.49 WITA hingga 00.20 WITA.

Petugas di lapangan harus menggunakan peralatan khusus berupa Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) dan alat deteksi gas untuk menghadapi risiko tinggi di lokasi kejadian.

SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, mengungkapkan bahwa medan evakuasi sangat menantang karena kondisi ruang yang sempit dan adanya potensi bahaya gas.

​”Seluruh personel telah bekerja sesuai prosedur keselamatan untuk meminimalisir risiko paparan gas berbahaya,” ujarnya.

Putu menambahkan, dugaan kuat penyebab kematian para kru kapal tersebut adalah akibat menghirup gas beracun yang mengendap di dalam tangki atau manhole kapal.

Atas kejadian memilukan ini, pihaknya mengimbau kepada seluruh pelaku industri perkapalan untuk memperketat standar operasional prosedur (SOP) keselamatan kerja di area berisiko.

​“Kami mengingatkan agar setiap aktivitas di ruang terbatas wajib dilengkapi dengan prosedur keselamatan yang ketat, termasuk penggunaan alat deteksi gas dan perlindungan pernapasan guna mencegah kejadian serupa,” tambahnya.

Setelah jasad terakhir berhasil diangkat dari lambung kapal, operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup pada pukul 00.40 WITA dan seluruh personel dikembalikan ke kesatuan masing-masing.