AMUNTAI, narasipublik.net – Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terus memperkuat pengendalian Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) menyusul ditemukannya kasus virus Flu Burung (Avian Influenza) varian baru di daerah setempat.
Virus Flu Burung jenis clade 2.3.4.4b yang terdeteksi di Bumi Bertakwa ini dikonfirmasi bersifat zoonosis, yang artinya memiliki risiko dapat menular dari hewan unggas ke manusia.
Merespons ancaman tersebut, Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) setempat langsung mengintegrasikan berbagai inovasi demi memutus rantai penularan virus tersebut.
Plh. Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Pertanian HSU, drh. I Komang Agus C.N., mengungkapkan bahwa terobosan ini dirancang khusus untuk mempercepat sistem pelaporan dari para peternak.
“Inovasi yang kami kembangkan meliputi GARDA AI atau Gerakan Pengendalian Avian Influenza melalui Wilayah Berbasis Risiko, REKAM TERNAK, serta sistem pelaporan SI PORWAN,” ujar Komang.
Ia menambahkan, sistem digital ini juga diperkuat oleh inovasi BEKATAN BEKARYA dan SIGAP VAKSINasi besutan drh. Yesy F. Dewi, serta sistem pelaporan SI PEKING dan MI KETAN karya drh. Agna D. Lantria.
Seluruh aplikasi tersebut saling terintegrasi secara real-time untuk memantau sirkulasi kesehatan ternak, memperluas edukasi peternak, hingga memetakan wilayah pelaporan yang masuk zona merah bahaya.
Melalui pendekatan teknologi ini, Pemkab HSU berupaya meningkatkan kesiapsiagaan darurat guna menekan potensi kerugian ekonomi masif yang kerap menghantui sektor peternakan rakyat.
Dinas Pertanian berharap kolaborasi antara medik veteriner, penyuluh lapangan, dan komunitas peternak lokal dapat menjaga stabilitas ketahanan pangan hewani di HSU secara berkelanjutan.
Langkah ini sekaligus menjadi komitmen nyata pemkab dalam melindungi kesehatan masyarakat sekaligus mempercepat realisasi visi daerah menuju kawasan HSU Agrominopolitan.
