AMUNTAI, narasipublik.net – Program swasembada pangan yang digencarkan pemerintah mulai membuahkan hasil positif dengan mendongkrak produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Kabupaten HSU kini sukses mencatat produktivitas padi tertinggi di Kalimantan Selatan (Kalsel), yakni mencapai angka 55,68 kuintal per hektare pada musim tanam kali ini.
Keberhasilan tersebut ditopang oleh perluasan target Luas Tambah Tanam (LTT) HSU tahun 2026 yang diproyeksikan menyentuh angka 17.712 hektare lahan potensial.
Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sungai Pandan, Widya Dewi, mengakui bahwa pola tanam tahun ini berjalan jauh lebih efektif dibanding periode sebelumnya.
Menurut Widya, kelancaran ini dipicu oleh keberhasilan Program Optimasi Lahan (OPLAH) serta pengelolaan kawasan Polder Alabio dalam mengendalikan masalah genangan air sawah.
“Perkembangan tanam sekarang lebih baik. Petani bisa memulai tanam lebih cepat karena kondisi tata air di sejumlah lokasi semakin membaik,” ujar Widya Dewi, Kamis (16/07/2026).
Ia menambahkan, percepatan surutnya air di kawasan rawa lebak secara otomatis mempercepat masa pengolahan tanah dan meningkatkan peluang indeks pertanaman tahunan.
Kemajuan ini juga didukung oleh guyuran bantuan infrastruktur modern dari pemerintah, mulai dari benih unggul, alat mesin pertanian (alsintan), hingga penggunaan drone.
Optimisme serupa diutarakan Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) HSU, Budhi Rakhmadi, yang melihat adanya kepastian pasar dan peningkatan kesejahteraan petani yang nyata.
“Petani sekarang lebih optimistis karena hasil panennya memiliki kepastian pasar dan harga yang lebih baik dengan ketetapan HPP GKP Rp6.500 per kilogram,” pungkas Budhi.
