KANDANGAN (HSS)

Bupati HSS Dukung BNNK Jalankan Program Desa Bersinar

Avatar photo
490
×

Bupati HSS Dukung BNNK Jalankan Program Desa Bersinar

Sebarkan artikel ini
Program desa bersinar
Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Hulu Sungai Selatan (HSS) melakukan audiensi bersama Bupati Kabupaten HSS, Achmad Fikry dalam rangka memaparkan program desa bersinar di ruang kerja bupati HSS, Senin (15/03/2021). Foto : Kominfo HSS

KANDANGAN, narasipublik.net – Guna mengurangi mengurangi dan menekan peredaran narkoba, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Hulu Sungai Selatan (HSS) berencana melaksanakan program Desa Bersinar (Bersih Narkoba).

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala BNNK HSS, Maserup saat melakukan audiensi dengan Bupati Kabupaten HSS, Achmad Fikry, di ruang kerja bupati, Senin (15/03/2021) lalu.

Dalam pertemuan tersebut, pihak BNNK memaparkan seluruh konsep program desa bersinar yang nantinya diharapkan mampu melindungi masyarakat dari pengaruh narkoba.

“Tujuan desa bersinar ini untuk meningkatkan pendampingan bagi masyarakat desa agar bersih dari bahaya narkoba,” ucap Maserup.

Ia menambahkan, program tersebut kedepannya akan dikelola secara partisipatif, terpadu dan berkelanjutan yang berbasis pendayagunaan masyarakat desa serta bersinergi dengan beberapa program instansi terkait.

“Dalam pelaksanaannya menggandeng Dinas PPKBPPPA dengan programnya Peningkatan Kualitas Keluarga Daerah (PK2D) yang terfokus kepada komunikasi, edukasi dan informasi tentang bahaya narkoba,” paparnya.

Bupati Kabupaten HSS, Achmad Fikry, menyambut baik program desa bersinar yang akan dijalankan oleh BNNK HSS dengan harapan mampu menekan angka penyalahgunaan narkoba khususnya dikalangan remaja.

“Kita sangat senang dengan adanya program desa bersinar ini, agar para orang tua dapat lebih meningkatkan pengawasan dan pemantauan terhadap anggota keluarganya,” ungkap Bupati Achmad Fikry.

Bahkan dengan program yang akan dicanangkan tersebut diharapkan dapat membawa nilai positif untuk masyarakat kedepannya.

“Ini bisa menjadikan desa-desa lebih paham tentang bahaya narkoba, sehingga nantinya akan meningkatkan kewaspadaan terhadap indikasi-indikasi pengaruh narkoba di wilayah mereka,” pungkasnya. (Irf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *