AMUNTAI (HSU)

BBM Subsidi Langka, Nelayan Paminggir dan Danau Panggang Berencana Sambangi DPRD HSU

×

BBM Subsidi Langka, Nelayan Paminggir dan Danau Panggang Berencana Sambangi DPRD HSU

Sebarkan artikel ini
BBM Subsidi Langka, Nelayan Paminggir dan Danau Panggang Berencana Sambangi DPRD HSU. (Dok. Ilustrasi AI)
BBM Subsidi Langka, Nelayan Paminggir dan Danau Panggang Berencana Sambangi DPRD HSU. (Dok. Ilustrasi AI)

AMUNTAI, narasipublik.net Kelangkaan serta lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Bio Solar dan Pertalite di wilayah perairan Kecamatan Danau Panggang dan Paminggir memicu keresahan para nelayan serta motoris kapal.

Kondisi ini membuat biaya operasional transportasi sungai membengkak drastis, sehingga para pelaku usaha angkutan air berencana menyampaikan aspirasi secara resmi ke DPRD Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dalam waktu dekat.

Fansyah, salah satu nelayan asal Kecamatan Paminggir, mengungkapkan bahwa harga Pertalite di wilayahnya kini menyentuh angka Rp17.000 per liter, sementara Bio Solar melonjak hingga Rp23.000 per liter.

​“Kami berharap ketersediaan BBM untuk mesin kapal atau ces selalu tersedia dengan harga normal,” ujar Fansyah, Rabu (13/05/2026).

​Selain persoalan harga yang melambung tinggi, para nelayan mengeluhkan sulitnya mendapatkan pasokan BBM di kawasan perairan yang menjadi urat nadi perekonomian mereka.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera menghadirkan solusi konkret, salah satunya dengan membangun SPBU terapung agar distribusi bahan bakar lebih mudah dijangkau.

​“Kami berharap ada SPBU terapung supaya nelayan lebih mudah mendapatkan BBM,” tambahnya.

Menanggapi rencana aksi tersebut, Ketua DPRD HSU, H Fadilah, menegaskan bahwa pihaknya sangat terbuka untuk menerima dan memfasilitasi keluhan masyarakat melalui mekanisme rapat dengar pendapat (RDP).

​“Setiap aspirasi masyarakat tentu akan diterima oleh rekan-rekan dewan atau komisi terkait. Kami akan terima lewat RDP,” kata H Fadilah.

​Senada dengan itu, Ketua Komisi II DPRD HSU, H Mukshin Haita, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mempertemukan perwakilan nelayan dengan instansi terkait guna mencari jalan keluar atas krisis energi tersebut.

“Silakan masyarakat menyampaikan aspirasi secara baik. Nanti akan kami tindak lanjuti dan fasilitasi bersama pihak terkait,” pungkasnya.