PERISTIWA & HUKUMRANTAU (TAPIN)

Jalan Hauling AGM Ditutup, Puluhan Sopir Batu Bara Buat Surat Terbuka Untuk Presiden RI

×

Jalan Hauling AGM Ditutup, Puluhan Sopir Batu Bara Buat Surat Terbuka Untuk Presiden RI

Sebarkan artikel ini

RANTAU, narasipublik.net Puluhan sopir angkutan batubara di Kabupaten Tapin membuat surat terbuka lewat tulisan baliho besar berukuran 3×2 di kawasan depan kantor PT Antang Gunung Meratus (AGM).

Surat terbuka tersebut ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia, Kapolri, Panglima TNI, Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Ketua DPRD Kalsel, Kapolda Kalsel, Danrem 101 Antasari, Bupati Tapin, Ketua DPRD Tapin, Kapolres Tapin, serta Dandim 1010 Tapin.

Dimana para sopir meminta kepada pihak terkait untuk membuka kembali jalan underpass di KM 101 yang saat ini terpasang police line sehingga aktivitas pekerjaan mereka terganggu.

Sementara itu dalam isi surat terbuka tersebut juga bertuliskan “tolong jangan jadikan kami pengangguran. TOLONG KAMI!!! Beras, lauk, Minyak Goreng Di Rumah sudah habis”.

Salah Satu Sopir, Sanun Sunarwanto mengatakan, surat terbuka dibuat lantaran hingga saat ini tidak ada kejelasan kapan kembali dibukanya jalan Hauling KM 101 yang mereka lintasi untuk mencari mata pencaharian.

“Jalan ini merupakan satu-satunya hasil pendapatan dan kami menggantungkan hidup disini bertahun – tahun ,” ucapnya, Selasa (07/12/2021).

Dirinya menerangkan, akibat penutupan jalan tersebut membuat ribuan supir angkutan batu bara tidak bisa bekerja lagi.

“Disini ada 16 kode truk angkutan yang setiap kodenya 100 truk, sehingga total truk yang tidak bisa beroperasi sebanyak 1.600 unit truk,” tuturnya.

Dirinya melanjutkan, setiap truk biasanya terdiri dari dua orang sopir, sehingga total ada sebanyak 3.200 sopir yang terancam bakal menjadi pengangguran.

“Apabila jalan Hauling ini tidak segera dibuka maka kami semua bakal menjadi pengangguran, karena tidak bisa lagi bekerja,” ujarnya.

Sunarwanto berharap pihak terkait dapat segera membuka akses jalan dan meminta untuk tidak melibatkan para sopir apabila ada permasalahan perusahaan dengan pihak-pihak tertentu.

“Kami tidak tau apa-apa kalau permasalahan perusahaan itu, yang jelas kami disini murni hanya bekerja untuk mencari rezeki,” pungkasnya.

Reporter : Rey
Editor : Van