AMUNTAI, narasipublik.net – Suasana haru mewarnai pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) di Aula Dr KH Idham Chalid Amuntai, Sabtu (15/08/2026) malam.
Di tengah kebahagiaan para anggota yang melepas rindu bersama keluarga, Sintia Bella, siswi MA Bustanul Ulum asal Desa Rantau Karau Hilir, justru duduk tertegun seorang diri.
Anak yatim yang tinggal bersama sang nenek tersebut hadir dalam acara pengukuhan tanpa didampingi sanak keluarga maupun orang tua.
Kondisi tersebut menarik perhatian Ketua TP PKK HSU Murniati Sahrujani, Ketua GOW HSU Mayang Melani, dan Ketua DWP HSU Mislena Marangkir yang langsung menghampiri serta memeluk Sintia secara bergantian.
Isak tangis pun pecah di lokasi saat mengetahui perjuangan dan kesederhanaan hidup yang dialami anggota Paskibraka Kecamatan Babirik tersebut.
Murniati Sahrujani mengatakan bahwa kehadiran mereka bertiga menjadi bukti dukungan moral agar Sintia tidak merasa berjuang sendirian.
“Kami mendapatkan info bahwa Sintia adalah anak yatim yang hidup bersama neneknya. Kehadiran kami di sini adalah bukti bahwa Sintia tidak sendiri dalam mengemban tugas mulia ini,” ujar Murniati.
Meski dihadapkan pada keterbatasan ekonomi, Sintia terbukti mampu melewati seleksi ketat hingga terpilih dalam barisan pengibar bendera Kabupaten HSU.
Selama masa karantina, para pengasuh mengenal Sintia sebagai sosok yang taat beribadah, disiplin, dan memiliki semangat nasionalisme yang amat tinggi.
Perjuangan Sintia Bella menjadi inspirasi bahwa keterbatasan hidup bukanlah penghalang untuk mengukir prestasi dan mengabdi kepada bangsa.
