RANTAU, narasipublik.net – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1010-06/Candi Laras Selatan (CLS) menyambangi SDN Marampiau, Kecamatan CLS, Kabupaten Tapin, Senin (05/06/2023).
Kedatangan Pelda Iwan tersebut tidak lain untuk memberikan pelajaran tentang wawasan kebangsaan kepada anak-anak didik sekolah setempat.
Ia mengatakan, pelajaran wawasan kebangsaan memiliki tujuan yang sangat penting, yaitu memberikan pemahaman mendalam tentang jati diri bangsa Indonesia dan fondasi dalam membangun negara.
![]()
“Harapan bangsa Indonesia ada pada para generasi penerus, sehingga mereka harus memahami tentang dasar-dasar wawasan kebangsaan,” ucap Pelda Iwan.
Diterangkan lebih lanjut, Visi Negara Indonesia terdapat dalam pembukaan UUD 1945, yang menegaskan tekad untuk menjadi bangsa merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
Sedangkan untuk Misi Negara Indonesia sendiri tercantum dalam alinea keempat pembukaan UUD 1945, yakni meliputi perlindungan terhadap seluruh bangsa Indonesia dan kemajuan kesejahteraan.
Serta pengembangan kecerdasan bangsa, berkontribusi aktif dalam menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
“Kebahagiaan dalam bernegara adalah tujuan utama bangsa Indonesia. Maka dari itu baik pemerintah maupun rakyat harus bekerjasama mengamalkan nilai-nilai Pancasila,” tuturnya.
Tidak hanya itu, Pelda Iwan juga menekankan bahwa sebelum mengamalkan, seluruh masyarakay Indonesia khususnya generasi muda harus memahami dasar Pancasila dengan baik.
“Maka dari itu, saya berupaya memberikan pemahaman yang mendalam tentang Pancasila kepada para murid di SDN Marampiau agar mereka bisa mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari,” ujar Pelda Iwan.
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Marampiau, Riduan, mengucapkan terima kasih atas dedikasi Babinsa Koramil CLS yang telah memberikan materi wawasan kebangsaan kepada murid-muridnya.
“Pengetahuan wawasan kebangsaan sangat bermanfaat bagi siswa. Semoga kegiatan semacam ini terus dilakukan agar anak-anak bisa memahami Pancasila sebagai ideologi negara,” pungkasnya.
