KANDANGAN, narasipublik.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS) menggelar pelatihan pembuatan pakan alami bagi puluhan pembudidaya ikan lokal di Balai Benih Ikan Kandangan, Desa Pahampangan, Kecamatan Padang Batung, Senin (18/05/2026).
Langkah tersebut sebagai strategi dalam memperkuat sektor perikanan budidaya, meningkatkan ketahanan pangan, sekaligus membantu peternak ikan guna menyiasati tingginya harga pakan pabrikan.
Kegiatan ini dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda HSS, Teddy Soetedjo, mewakili Bupati HSS H. Syafrudin Noor dan dihadiri perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel serta TP Ketua PKK HSS Hj. Mustaidah.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten HSS, Hj. Lutfiana, mengatakan mahalnya ongkos produksi akibat ketergantungan pada pakan pabrik masih menjadi momok utama para pembudidaya.
“Kegiatan ini diikuti 80 peserta yang berasal dari 69 kelompok pembudidaya ikan di berbagai wilayah Kabupaten HSS, serta didampingi enam orang penyuluh perikanan,” ujar Lutfiana.
Melalui pelatihan ini, para peserta diajarkan memproduksi pakan alternatif secara mandiri dengan memanfaatkan bahan baku lokal, salah satunya lewat pengembangan budidaya maggot yang ekonomis dan ramah lingkungan.
“Kami berharap peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik dan menerapkan ilmu yang diperoleh dalam usaha budidaya mereka,” tuturnya.
Dalam sambutan tertulis Bupati HSS yang dibacakan oleh Teddy Soetedjo, disampaikan bahwa penguatan Kelompok Budidaya Perikanan (Pokdakan) sangat penting untuk menciptakan ekosistem usaha yang efisien.
Pemerintah daerah berharap keterampilan baru ini mampu memotong biaya operasional secara signifikan sehingga pendapatan para peternak ikan dapat meningkat.
“Semoha para pembudidaya mampu memahami dan menerapkan keterampilan membuat pakan alami secara mandiri sehingga dapat menekan biaya operasional usaha,” kata Teddy.
Tidak hanya membekali dengan keahlian, Pemkab HSS juga menyerahkan bantuan stimulan berupa 12 unit keramba ikan gurame senilai Rp153 juta lebih yang bersumber dari dana APBD kabupaten kepada Pokdakan Tunas Bangsa.
Di samping itu, bantuan dari APBD Provinsi Kalsel berupa 40 unit keramba, 24.000 ekor benih ikan gabus, serta pasokan pakan juga disalurkan ke sejumlah Pokdakan di Desa Balanti dan Desa Bangkau.
