KANDANGAN (HSS)

Tekan Anemia Pada Generasi Muda, Pemkab HSS Gelar Aksi Bergizi Untuk Remaja Putri

×

Tekan Anemia Pada Generasi Muda, Pemkab HSS Gelar Aksi Bergizi Untuk Remaja Putri

Sebarkan artikel ini
Pj Bupati HSS Hermansyah beserta istri memberikan tablet tambah darah kepada remaja putri.
Pj Bupati HSS Hermansyah beserta istri memberikan tablet tambah darah kepada remaja putri.

KANDANGAN, narasipublik.net Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS) gelar gerakan aksi bergizi tuntaskan anemia dengan minum tablet tambah darah (TTD) untuk ratusan remaja putri, di Kecamatan Daha Selatan, Selasa (16/01/2024).

Kegiatan yang berlangsung di Stadion M Safi’i Nagara kali ini dibuka oleh Penjabat (Pj) Bupati HSS Hermansyah beserta Ketua TP PKK HSS Rusnawati dan dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Muhammad Noor.

Gerakan aksi bergizi diikuti sebanyak 300 remaja putri yang terdiri pelajar putri SLTP, SLTA dan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) yang ada di tiga Kecamatan Daha.

Selain diisi dengan aksi minum TTD, gerakan aksi bergizi tersebut juga dirangkai dengan berbagai kegiatan lainnya, seperti senam bersama, sarapan makanan bergizi, serta penyuluhan pencegahan kekerasan anak dan pengukuran antropometri.

Tidak hanya itu, dalam kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan MoU tentang penyelenggaraan peningkatan status kesehatan peserta didik dan pelaksanaan gerakan nasional aksi bergizi serentak.

Pj Bupati HSS Hermansyah mengatakan, kesehatan merupakan aspek penting dalam kehidupan anak dan remaja yang harus dilindungi dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, pemerintah dan negara.

“Salah satu faktor terjadinya stunting adalah anemia yang dapat dialami oleh semua kelompok umur mulai dari balita, remaja, ibu hamil sampai usia lanjut,” ucap Pj Bupati HSS Hermansyah.

Ia mengungkapkan, reskrisdas 2018 menunjukan ada sebesar 26,8 persen anemia terjadi pada anak usia 5 sampai 14 tahun dan 32 persen pada usia 15 sampai 24 tahun.

Sedangkan di Kabupaten HSS sendiri ada tercatat sebanyak 24,10 persen penyakit anemia menyerang remaja usia 12 sampai 24 tahun.

“Semoga kegiatan ini bisa menciptakan hidup kembang remaja sesuai harkat dan martabat yang menjadi landasan siklus kehidupan manusia,” pungkasnya.