KALIMANTAN TENGAH

Sekda Kapuas Pimpin Verifikasi Tumpang Tindih Lokasi Cetak Sawah Rakyat

×

Sekda Kapuas Pimpin Verifikasi Tumpang Tindih Lokasi Cetak Sawah Rakyat

Sebarkan artikel ini
Sekda Kapuas Usis I Sangkai, didampingi Kepala Dinas Pertanian Kapuas Edy Dese memimpin rapat koordinasi dan verifikasi terkait tumpang tindih lokasi program CSR. (Dok. Narasi Publik)
Sekda Kapuas Usis I Sangkai, didampingi Kepala Dinas Pertanian Kapuas Edy Dese memimpin rapat koordinasi dan verifikasi terkait tumpang tindih lokasi program CSR. (Dok. Narasi Publik)

KUALA KAPUAS, narasipublik.net Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas menggelar rapat koordinasi dan verifikasi terkait tumpang tindih lokasi program Cetak Sawah Rakyat (CSR) dengan PT Lifere Argo Kapuas di Aula Dinas Pertanian Kapuas, Kamis (5/2/2026).

Rapat tersebut dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kapuas Usis I Sangkai, didampingi Kepala Dinas Pertanian Kapuas Edy Dese, serta dihadiri perwakilan Kodim 1011/KLK dan sejumlah undangan.

Dalam arahannya, Sekda Kapuas Usis I Sangkai meminta seluruh perangkat daerah segera melakukan verifikasi lapangan dan pencocokan data secara menyeluruh.

“Langkah ini penting agar program cetak sawah rakyat tidak menimbulkan persoalan hukum maupun administratif di kemudian hari,” ujar Usis.

Ia menekankan penyelesaian tumpang tindih lokasi harus dilakukan secara terkoordinasi melalui mekanisme teknis dan administratif yang jelas.

“Kita ingin program ini berjalan optimal dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kapuas Edy Dese menjelaskan pelaksanaan CSR mencakup lima kecamatan dan 30 desa, dengan fokus pembahasan saat ini berada di Desa Lupak Dalam, Kecamatan Kapuas Kuala.

“Pada prinsipnya, kegiatan tetap berjalan sesuai target kerja sama dengan Kodim 1011/KLK,” ujar Edy Dese.

Ia mengungkapkan, di Desa Lupak Dalam terdapat tumpang tindih perizinan lokasi antara program CSR dan pihak perusahaan.

“Di satu sisi kita menjamin investasi di Kapuas, di sisi lain kita mendukung program strategis nasional cetak sawah,” jelasnya.

Menurut Edy, dari total rencana 601 hektare, lokasi yang telah dinyatakan clear dan siap untuk pelaksanaan cetak sawah baru mencapai 289 hektare.

“Kami mengutamakan lokasi yang sudah jelas secara administrasi agar pelaksanaan tidak terkendala,” pungkasnya.