AMUNTAI, narasipublik.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Utara (HSU) menargetkan solusi jangka panjang untuk mengatasi kendala pengairan dengan merencanakan pembuatan saluran sungai besar tembus ke Sungai Barito.
Rencana strategis tersebut disampaikan langsung oleh Bupati HSU, H. Sahrujani, di sela kegiatan tanam padi bersama masyarakat di Desa Panawakan, Kecamatan Haur Gading, Selasa (19/05/2026).
Proyek infrastruktur air ini diproyeksikan memiliki lebar sekitar 20 meter dan membentang sepanjang 20 kilometer guna mengendalikan debit air yang kerap memicu banjir di lahan pertanian warga.
“Kita berencana membuat saluran hingga tembus ke Sungai Barito. Jika aliran air ini kita tata dengan baik, maka persoalan banjir ke depan akan lebih mudah kita kendalikan,” ujar H. Sahrujani.
Ia menambahkan, normalisasi dan penataan aliran sungai ini menjadi kunci utama untuk mengoptimalkan produktivitas lahan pertanian yang menjadi penopang ekonomi mayoritas masyarakat.
Selain membenahi tata air, Bupati HSU yang didampingi Wakil Bupati Hero Setiawan juga mendorong diterapkannya konsep modernisasi alat pertanian guna memikat ketertarikan generasi muda.
Langkah ini dinilai penting agar sektor agraria tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan menjadi sebuah profesi yang menjanjikan secara ekonomi.
“Kita ingin menunjukkan bahwa pertanian itu bisa modern dan menjanjikan. Anak-anak muda sekarang harus melihat bahwa bertani juga bisa cepat menghasilkan dan menjadi pekerjaan yang membanggakan,” katanya.
Pemkab HSU berkomitmen untuk menyulap kawasan persawahan di Desa Panawakan menjadi pusat percontohan pertanian modern nasional yang mengadopsi teknologi dan inovasi terbaru.
Bupati turut berpesan agar masyarakat tetap merawat budaya “bahuma” atau bertani secara turun-temurun sebagai identitas yang tidak boleh luntur oleh zaman.
“Bahuma ini adalah warisan urang bahari yang harus terus kita lanjutkan. Kalau masyarakat petani sejahtera, maka cita-cita HSU Bangkit Insya Allah bisa kita wujudkan bersama,” pungkasnya.
