KALIMANTAN TENGAH

Perkuat Identitas Budaya, BPK Wilayah XIII dan Pemkab Kapuas Gelar Lomba Permintaan Tradisional

×

Perkuat Identitas Budaya, BPK Wilayah XIII dan Pemkab Kapuas Gelar Lomba Permintaan Tradisional

Sebarkan artikel ini
Pemkab Kapuas Dorong Penguatan Identitas Budaya Lewat Lomba Permintaan Tradisional. (Dok. Narasi Publik)
Pemkab Kapuas Dorong Penguatan Identitas Budaya Lewat Lomba Permintaan Tradisional. (Dok. Narasi Publik)

KUALA KAPUAS, narasipublik.net Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIII Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas menggelar lomba permainan tradisional di SMA Negeri 2 Kuala Kapuas, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan ini diikuti tujuh sekolah tingkat SMA dan SMK di Kabupaten Kapuas, yakni SMA Negeri 1, 2, dan 3, SMK Negeri 1, 2, dan 3, serta Madrasah Aliyah setempat.

Adapun cabang yang dipertandingkan meliputi permainan tradisional Balogo, Bagasing, Mangaruhi, dan Manyipet yang merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat Dayak.

Acara tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bupati Kapuas Bidang KSDM sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disporabudpar Kapuas, Budi Kurniawan.

Kepala BPK Wilayah XIII Kalteng dan Kalsel, Pahadi, menyampaikan kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pelestarian budaya daerah sebagai fondasi kebudayaan nasional.

“Kebudayaan nasional berakar dari kebudayaan daerah. Permainan tradisional ini perlu dikenalkan kepada generasi muda dan dipublikasikan sebagai promosi budaya,” ujar Pahadi.

Ia menambahkan, objek pemajuan kebudayaan tidak hanya sebatas olahraga tradisional, tetapi juga mencakup seni pertunjukan, seni tutur, manuskrip, hingga pengetahuan tradisional seperti kuliner khas Dayak.

Sementara itu, Budi Kurniawan menegaskan komitmen Pemkab Kapuas dalam membangun identitas budaya lokal sebagai bagian dari visi pembangunan daerah.

“Tidak hanya olahraga tradisional, seni tari dan warisan budaya seperti Situs Bataguh akan terus kita dorong agar menjadi kebanggaan dan memperkuat pelestarian budaya Kapuas,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Kepala SMA Negeri 2 Kuala Kapuas, Setia Rini, berharap kegiatan tersebut mampu menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal di kalangan pelajar.

“Kami ingin budaya ini lebih menarik bagi anak-anak dibandingkan aktivitas di handphone, bahkan sudah kami masukkan dalam kegiatan ekstrakurikuler,” katanya.