KUALA KAPUAS, narasipublik.net – Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas terus mematangkan langkah koordinasi dan sinkronisasi lintas sektor guna menyukseskan program strategis nasional konstruksi cetak sawah tahun anggaran 2026.
Pemerintah daerah menyatakan optimis terhadap keberhasilan proyek ketahanan pangan ini, yang pada tahap awal akan diprioritaskan di empat kecamatan di Kabupaten Kapuas.
Meski demikian, pihaknya mengakui adanya sejumlah tantangan teknis di lapangan, khususnya mengenai manajemen waktu pengerjaan proyek dan pembenahan sistem pengairan lahan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Edi Dese, mengungkapkan bahwa penyelarasan regulasi dan kesiapan teknis di lapangan menjadi fokus utama yang sedang diselesaikan oleh jajarannya saat ini.
Menurut Edi, masalah tata kelola air menjadi indikator yang sangat krusial, sehingga memerlukan kerja sama dengan instansi terkait agar pasokan air ke lahan pertanian baru bisa berjalan optimal.
Di sisi lain, Pemkab Kapuas juga menaruh harapan besar kepada Pemerintah Pusat agar program perluasan lahan ini dibarengi dengan intervensi bantuan sarana prasarana yang memadai bagi para kelompok tani.
”Kami berharap adanya dukungan penuh dari pemerintah pusat berkaitan dengan bantuan alat pertanian (alsintan) modern untuk para petani kita,” ujar Edi Dese.
Melalui komitmen dan sinergi yang kuat antara daerah dan pusat, program perluasan area tanam ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas padi serta memperkuat posisi Kabupaten Kapuas sebagai salah satu lumbung pangan.
