oleh

Makna Hari Lingkungan Hidup Bagi Seorang “Kak Choe” Untuk Generasi Muda

NARASI PUBLIK

KANDANGAN, narasipublik.netLingkungan hidup menjadi salah satu isu penting yang sudah sejak lama menjadi bahan perhatian banyak orang. Baik kalangan bawah hingga para pejabat berdasi diseluruh dunia.

Banyaknya aktivitas penebangan pohon, pengerukan isi bumi hingga kebiasaan membuang sampah disembarang tempat memicu potensi kerusakan alam yang menggangu ekosistem.

Hal tersebut yang menjadikan tanggal 5 Juni sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sebagai upaya menegaskan kepedulian terhadap pelestarian dan peningkatan lingkungan secara global sejak tahun 1974.

Sementara itu, pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di tahun 2021 kali ini. Menjadi makna penting bagi Wabup Hulu Sungai Selatan (HSS), Syamsuri Arsyad yang merupakan salah satu aktivis lingkungan pada masa mudanya.

Dimana ia menyebut peringatan Hari Lingkungan Hidup atau World Environment Day merupakan hari istimewa bagi pria berusia 49 tahun tersebut. Serta para aktivis dan pecinta lingkungan lainnya.

Hari Lingkungan Hidup
Wakil Bupati HSS, Syamsuri Arsyad melakukan penghijauan di areal objek wisata pemandian air panas Tanuhi

Pasalnya, disetiap tanggal 5 Juni menjadi momentum bagi seluruh orang di dunia untuk menyuarakan aspirasinya tentang kondisi bumi yang semakin hari semakin kritis akibat berbagai faktor dibaliknya.

Tidak hanya itu, dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini juga menjadi kesempatan untuk bisa melakukan restorasi ekosistem agar dapat mencegah, menghentikan serta memperbaiki kerusakan alam.

“Alam adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan kita yang seluruhannya menganut sistem keseimbangan, sehingga sudah sepatutnya kita harus membantu memulihkan ekosistem yang rusak dan melestarikan yang masih utuh,” ucap Syamsuri Arsyad, Sabtu (05/06/2021).

Diterangkan lebih lanjut, dengan ekosistem yang sehat dan keanekaragaman hayati yang kaya, maka dapat menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi makhluk hidup.

“Restorasi ekosistem dapat dilakukan dengan banyak hal. Seperti menaman pohon, menghijaukan kota, serta menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal untuk membentuk karakter yang bisa berdamai dengan alam,” tuturnya.

Hari Lingkungan Hidup
Kak Choe melakukan penanaman pohon

Tidak hanya itu, pria yang akrab disapa Kak Choe itu mengatakan, munculnya pandemi Covid-19 sekarang ini menunjukkan betapa pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.

“Lingkungan bersih dan ekosistem yang bagus dapat memberikan hal positif bagi kita semua. Bahkan jika kita melakukan restorasi, akan membuat kualitas udara lebih baik dan itu penting saat Pandemi Covid-19 seperti sekarang,” terangnya.

Pria yang besar di organisasi kepramukaan tersebut juga mengajak seluruh masyarakat. Khususnya generasi muda untuk lebih peka terhadap permasalahan lingkungan dan menjadikan alam sebagai teman.

“Alam akan menjadi teman yang paling indah saat kita akrab bersamanya. Bahkan hidup harmonis bersama alam dapat membuat masa depan kita dan makhluk hidup akan lebih baik,” pungkas Kak Choe.

Berita Lainnya :