BERITA NASIONAL

Pertamina Ubah Lahan Bekas Galian di Palembang Jadi Produktif Lewat Program TJSL

×

Pertamina Ubah Lahan Bekas Galian di Palembang Jadi Produktif Lewat Program TJSL

Sebarkan artikel ini
Pertamina Ubah Lahan Bekas Galian di Palembang Jadi Kawasan Produktif Lewat Program TJSL. (Dok. Istimewa)
Pertamina Ubah Lahan Bekas Galian di Palembang Jadi Kawasan Produktif Lewat Program TJSL. (Dok. Istimewa)

JAKARTA, narasipublik.net Pertamina Patra Niaga melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Mahmud Badaruddin II menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk memulihkan kawasan bekas galian tanah liat di Talang Jambe dan Talang Betutu, Palembang.

Program ini menyasar lahan seluas sekitar 105 hektare yang sejak 1970-an menjadi area pengambilan tanah liat dan memicu persoalan lingkungan seperti banjir, longsor, serta penumpukan sampah.

Melalui pendekatan terpadu, Pertamina mendorong transformasi kawasan menjadi ruang produktif dan berkelanjutan. Inisiatif tersebut dirancang dalam empat subprogram, yakni Permata, Pesona, Perkasa, dan Pelangi, sekaligus menjadi bagian dari penilaian PROPER Emas Kementerian Lingkungan Hidup.

Subprogram Permata memanfaatkan 0,42 hektare lahan bekas galian untuk aktivitas ekonomi warga, termasuk pengembangan keramba jaring apung bertenaga surya. Dampaknya, pendapatan pengrajin batu bata meningkat 25 persen dan kelompok wanita tani mencatat kenaikan hingga 133 persen.

Pada sektor pengelolaan sampah, program Pesona berhasil mengelola 85 persen sampah rumah tangga atau sekitar 3.600 kilogram per bulan. Inovasi yang dikembangkan meliputi pengolahan minyak jelantah dan limbah ampas menjadi pakan ikan oleh kelompok UMKM setempat.

“Pengolahan minyak jelantah dan ampas menjadi pakan ikan menjadi solusi untuk menekan dampak lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” ujar Rusli dari Kelompok UMKM Pasta, Minggu (1/3/2026).

Penguatan ekonomi sirkular juga diterapkan di unit lain. AFT Boyolali menginisiasi pengumpulan minyak jelantah untuk mencegah pencemaran limbah rumah tangga yang tidak terkelola.

Sementara itu, program Perkasa difokuskan pada mitigasi risiko bencana dengan peningkatan kapasitas warga serta penanaman 250 pohon kelapa guna memperkuat struktur tanah di area rawan longsor.

Di sisi sosial, program Pelangi menghadirkan pengembangan ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) dan fasilitas bermain guna mendukung kualitas gizi serta tumbuh kembang anak.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun, menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi berkelanjutan bagi masyarakat sekitar wilayah operasi.

“Melalui program TJSL yang terstruktur dan berkelanjutan, kami berupaya memulihkan fungsi lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru dan memperkuat ketahanan masyarakat,” kata Roberth.