KANDANGAN (HSS)

Ganti Karangan Bunga dengan Pohon, DPRD HSS Apresiasi Kebijakan Ramah Lingkungan di Harjad ke-75

×

Ganti Karangan Bunga dengan Pohon, DPRD HSS Apresiasi Kebijakan Ramah Lingkungan di Harjad ke-75

Sebarkan artikel ini
Ucapan selamat Hari Jadi ke-75 Kabupaten HSS berupa tanaman hidup dan bibit pohon. (Foto : Narasi Publik)
Ucapan selamat Hari Jadi ke-75 Kabupaten HSS berupa tanaman hidup dan bibit pohon. (Foto : Narasi Publik)

KANDANGAN, narasipublik.net Peringatan Hari Jadi ke-75 Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menghadirkan kebijakan baru yang menonjolkan komitmen pemerintah daerah terhadap pelestarian lingkungan.

Pada Harjad kali ini, Pemkab HSS resmi mengganti tradisi ucapan selamat yang sebelumnya berupa karangan bunga dan baliho menjadi tanaman hidup atau bibit pohon.

Langkah tersebut diterapkan melalui edaran Bupati HSS sebagai bagian dari upaya mengurangi sampah visual dan meningkatkan estetika kota selama rangkaian perayaan berlangsung.

Ketua DPRD HSS, Akhmad Fahmi, menjadi salah satu pihak yang mendukung penuh kebijakan ini. Ia menilai aturan tersebut sejalan dengan kebutuhan daerah dalam mendorong budaya ramah lingkungan.

“Edaran Bupati ini meminta agar ucapan diganti dengan karangan pohon. Ini langkah baik untuk mengurangi sampah,” ucap Fahmi, Selasa (02/12/2025).

Ia menyebut tumpukan spanduk dan karangan bunga setelah acara besar kerap menambah pekerjaan para petugas kebersihan.

Dengan hadirnya tanaman hidup sebagai pengganti karangan bunga diharapkan dapat menjadi ramah lingkungan, serta memberi manfaat lebih luas.

“Saya juga sudah membikin ucapan dengan sebuah bibit pohon. Sebagai anggota dewan kami tetap melaksanakan edaran itu, karena ini bagus untuk kita,” tegasnya.

Menurut Fahmi, kebijakan ini sekaligus menjadi edukasi publik bahwa ucapan selamat dapat dikemas dalam bentuk yang lebih bermanfaat dan tidak menimbulkan limbah.

“Kebijakan ini bukan membatasi, tetapi mengarahkan agar lebih efektif dan tidak menimbulkan tumpukan sampah. Harapannya masyarakat juga bisa ikut mencontoh,” Pungkasnya.