AMUNTAI, narasipublik.net – Upaya menjaga kelestarian Ayam Murung Panggang sebagai unggas endemik khas Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terus digencarkan melalui pembekalan medis bagi para peternak lokal.
Dinas Pertanian Kabupaten HSU melalui Bidang Kesehatan Hewan menggelar pelatihan vaksinasi mandiri di Desa Murung Panggang, Kecamatan Amuntai Selatan, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan ini dinilai penting mengingat Ayam Murung Panggang telah resmi dipatenkan sebagai kekayaan plasma nutfah asli HSU yang wajib dilindungi dari ancaman kepunahan akibat serangan wabah.
Dalam pelatihan tersebut, para peternak dibekali materi teori serta praktik lapangan oleh Medik Veteriner Dinas Pertanian HSU, drh. I Komang Agus CN dan drh. Yesy Febnica Dewi.
Para peserta diajarkan berbagai metode pengaplikasian imunisasi unggas, mulai dari teknik tetes mata, pencampuran air minum, hingga metode suntikan di bawah kulit maupun ke dalam daging.
“Kami mengajarkan cara membawa vaksin, penyimpanan yang benar, teknik aplikasi, hingga pemberian vaksin sesuai dengan penyakit yang ada pada unggas,” ujar drh. I Komang Agus.
Bukan hanya soal imunisasi, para peternak juga diajari cara mendeteksi dini gejala klinis serangan virus serta langkah isolasi dan pengobatan yang tepat.
“Peternak juga kami ajarkan bagaimana menangani penyakit pada ternak, termasuk langkah pencegahan agar penyakit tidak mudah menyebar,” tutur drh. Yessi menambahkan.
Edukasi yang turut didampingi oleh Penyuluh Pertanian Purna Kusumayana ini disambut antusias oleh kelompok peternak yang ingin memperbaiki tata kelola kandang mereka.
Lewat intervensi ini, Pemkab HSU berharap populasi unggas lokal tersebut kian meningkat dan mampu mendongkrak kesejahteraan ekonomi masyarakat berbasis sektor peternakan.
