AMUNTAI (HSU)BERITA UTAMAPERISTIWA

Diduga Keracunan Menu MBG, Puluhan Pelajar di Amuntai HSU Dilarikan ke Rumah Sakit

×

Diduga Keracunan Menu MBG, Puluhan Pelajar di Amuntai HSU Dilarikan ke Rumah Sakit

Sebarkan artikel ini
Sejumlah pelajar yang diduga keracunan menu MBG di Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten HSU dilarikan ke RS Mulia Amuntai. (Dok. Narasi Publik)
Sejumlah pelajar yang diduga keracunan menu MBG di Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten HSU dilarikan ke RS Mulia Amuntai. (Dok. Narasi Publik)

AMUNTAI, narasipublik.net Puluhan siswa SMKN 1 Amuntai dan sejumlah warga Kelurahan Antasari, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), dilarikan ke rumah sakit akibat diduga keracunan makanan, Kamis (23/04/2026).

Para korban diduga mengalami gejala pusing dan mual setelah menyantap menu mie yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa total korban mencapai 61 orang, yang terdiri dari pelajar serta warga yang sedang mengikuti kegiatan di Posyandu setempat.

Seluruh korban langsung dievakuasi ke RS Mulia Amuntai untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif. Hingga saat ini, 19 orang masih menjalani observasi, sementara sisanya telah diperbolehkan pulang.

Menu mie yang menyerupai spageti tersebut diduga menjadi penyebab utama munculnya gejala pusing dan mual pada para siswa dan warga tak lama setelah dikonsumsi.

Menyikapi hal itu, ​pihak berwenang bergerak cepat menangani kejadian ini dengan mengamankan sampel makanan yang disajikan oleh pihak SPPG yang berlokasi di wilayah Amuntai Tengah.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengambil sampel tersebut untuk dilakukan uji laboratorium guna memastikan sumber kontaminasi dan penyebab pasti dugaan keracunan massal ini.

Kapolres HSU, AKBP Agus Nuryanto melalui Kasi Humas, IPTU Asep Hudzainur, membenarkan terjadinya peristiwa yang menimpa puluhan pelajar dan warga tersebut.

Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut dan belum bisa memberikan keterangan secara terperinci mengenai kronologi serta unsur kelalaian.

​“Itu saja yang bisa kami sampaikan. Tunggu perkembangan berikutnya,” ujar IPTU Asep Hudzainur secara singkat saat dikonfirmasi.

Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HSU belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.

Penanganan terhadap para korban yang masih dirawat terus dilakukan, sementara masyarakat diminta tetap tenang menunggu hasil resmi pemeriksaan laboratorium dari pihak terkait.