AMUNTAI (HSU)POLITIK

Jaga Integritas Demokrasi, Bawaslu dan Kejari HSU Perkuat Sinergi Pengawasan Pemilu

×

Jaga Integritas Demokrasi, Bawaslu dan Kejari HSU Perkuat Sinergi Pengawasan Pemilu

Sebarkan artikel ini
Anggota Bawaslu HSU kunjungi Kasi Intelijen Kejari HSU untuk memperkuat sinergitas antarlembaga. (Dok. Istimewa)
Anggota Bawaslu HSU kunjungi Kasi Intelijen Kejari HSU untuk memperkuat sinergitas antarlembaga. (Dok. Istimewa)

AMUNTAI, narasipublik.net Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) melakukan kunjungan koordinasi ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) HSU dalam rangka memperkuat sinergitas antarlembaga, Selasa (21/04/2026).

Pertemuan yang berlangsung di ruang Seksi Intelijen ini dihadiri oleh Anggota Bawaslu HSU, M. Khairudin, bersama staf divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Irina Putri, berserta Wahyudin.

Kedatangan rombongan pengawas pemilu ini diterima langsung oleh Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari HSU, Bangkit Budi Satya, yang mewakili Kepala Kejaksaan Negeri HSU, Budi Triono.

​Pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan kolaborasi guna menjaga integritas dan kualitas demokrasi, khususnya dalam menghadapi tahapan pemilu mendatang.

M. Khairudin mengungkapkan bahwa komunikasi intensif antarlembaga sangat diperlukan agar pengawasan pemilu berjalan maksimal sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

“Harapan kami hubungan kelembagaan yang telah terjalin dapat semakin diperkuat melalui komunikasi yang intensif serta kerja sama yang berkelanjutan,” ujar Khairudin.

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari HSU, Bangkit Budi Satya menyatakan komitmennya untuk berperan aktif dalam mengawal terciptanya iklim demokrasi yang sehat, jujur, dan transparan.

​”Kejaksaan berkomitmen selalu berperan aktif dalam mendukung terciptanya pemilu yang jujur, adil, dan transparan melalui fungsi intelijen yang kami miliki,” tegas Bangkit.

Dengan pertemuan ini diharapkan menjadi modal kuat bagi kedua lembaga dalam mengantisipasi segala bentuk kecurangan maupun sengketa yang mungkin muncul selama proses pemilu.