AMUNTAI, narasipublik.net – Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), H. Sahrujani, resmi melantik dan mengambil sumpah janji jabatan terhadap 43 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HSU.
Prosesi pelantikan yang meliputi pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas tersebut berlangsung di Aula Dr KH Idham Chalid, Jumat (17/04/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 19 pejabat dikukuhkan kembali lantaran adanya perubahan nomenklatur organisasi, sementara 24 pejabat eselon III dan IV lainnya menempati posisi baru.
Bupati HSU, H. Sahrujani, menegaskan bahwa seluruh proses penempatan jabatan ini dilakukan secara profesional berdasarkan kompetensi dan rekam jejak yang jelas.
”Pelantikan ini merupakan bagian dari upaya penataan dan penguatan struktur organisasi perangkat daerah guna meningkatkan efektivitas kinerja pemerintahan, serta pelayanan publik kepada masyarakat,” ujar Sahrujani.
Ia juga memastikan bahwa dalam perombakan posisi jabatan kali ini, tidak ada intervensi dari pihak luar maupun praktik titipan.
”Penentuan pejabat sepenuhnya didasarkan pada kinerja. Saya pastikan tidak ada istilah titipan dalam proses penempatan ini,” tegas Bupati.
Beberapa posisi strategis yang mengalami perubahan nama instansi di antaranya adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Inovasi Daerah yang tetap dijabat oleh Jumadi.
Selain itu, Karya Nadi juga kembali dikukuhkan sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten HSU mengikuti struktur organisasi yang baru.
Pelantikan ini juga menyasar posisi lurah, yakni Lurah Kebun Sari dan Lurah Antasari, serta sejumlah kepala bidang di tingkat eselon III dan IV.
Sahrujani menginstruksikan kepada seluruh pejabat yang baru dilantik untuk segera melakukan serah terima jabatan agar program kerja bisa langsung berjalan.
”Saudara dipilih bukan sekadar untuk mengisi jabatan, tetapi saya percaya saudara mampu bergerak cepat, bekerja tepat, dan memberikan hasil nyata,” tambahnya.
Bupati meminta agar ego sektoral dan sekat birokrasi segera dihilangkan demi mewujudkan visi “HSU Bangkit” yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.
Ia menekankan pentingnya penggunaan alat ukur kinerja ‘Penasajiwa’ agar setiap progres pembangunan dapat dimonitor secara akuntabel dan transparan.
”Tunjukkan bahwa jabatan ini adalah motor penggerak perubahan, bukan sekadar posisi administratif,” pungkas Sahrujani.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati HSU Hero Setiawan, Sekda HSU Adi Lesmana, unsur Forkopimda, serta sejumlah kepala perangkat daerah lainnya.
