ADVERTORIALBERITA NASIONALPERISTIWA & HUKUM

Ungkap Mafia Tanah di Jambi, Menteri AHY Selamatkan Potensi Kerugian Negara Sebesar Rp1,19 Triliun

Avatar photo
378
×

Ungkap Mafia Tanah di Jambi, Menteri AHY Selamatkan Potensi Kerugian Negara Sebesar Rp1,19 Triliun

Sebarkan artikel ini
Menteri ATR/BPN RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Kapolda Jambi, Irjen Pol Rusdi Hartono saat menghadiri konferensi pers ungkap kasus kejahatan pertanahan.
Menteri ATR/BPN RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Kapolda Jambi, Irjen Pol Rusdi Hartono saat menghadiri konferensi pers ungkap kasus kejahatan pertanahan.

KANDANGAN, narasipublik.net Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Satgas Anti Mafia Tanah menggelar konferensi pers ungkap tiga kasus kejahatan pertanahan di Provinsi Jambi, Selasa (25/06/2024).

Dalam konferensi pers yang berlangsung di Gedung Siginjai Sakti Wira Bhakti, Makopolda Jambi tersebut, Menteri AHY mengatakan, modus kejahatan pertanahan yang berhasil diungkap yaitu pemalsuan dokumen untuk menguasai tanah yang bukan miliknya.

“Total luas objek tanah yang dipalsukan dokumennya mencapai 580.790 meter persegi dengan potensi nilai kerugian Rp1,19 triliun yang berasal dari harga tanah, nilai investasi usaha, termasuk pendapatan negara atas pajak,” ucap Menteri AHY.

Lebih lanjut, statis ketiga berkas perkara yang berhasil diungkap sudah melewat tahap P21 atau berkas lengkap, bahkan dua kasus diantaranya sudah masuk proses persidangan dan satu kasus lainnya sudah mendapat putusan pengadilan.

Atas keberhasilan tersebut, Menteri AHY mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah bekerja dan bersinergi dalam pengungkapan kasus kejahatan pertanahan kali ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, kepolisian, kejaksaan, dan paling penting partisipasi dari berbagai elemen masyarakat dan juga rekan media,” tuturnya.

Dengan pengungkapan kasus ini menjadi salah satu upaya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap komitmen pemerintah dalam hal pemberantasan mafia tanah di seluruh Indonesia.

“Seringkali masyarakat takut dan merasa tidak berdaya, tapi karena kekuatan dan keberanian kita semua, akhirnya kita berhasil mengungkap kasus kejahatan pertanahan ini,” tandas Menteri AHY.

Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol Rusdi Hartono mengungkapkan, ulah mafia tanah dirasa sangat merugikan masyarakat dan mengganggu iklim investasi di wilayah setempat.

“Atas kekompakan Satgas Anti Mafia Tanah dan dukungan Gubernur sehingga kita bisa memberantas pelaku mafia tanah bersama-sama, tentu kami berkomitmen akan terus berusaha memeranginya,” pungkas Irjen Pol Rusdi Hartono.

Konferensi Pers ungkap kasus kejahatan pertanahan juga dihadiri sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN, Gubernur Jambi beserta jajaran Aparat Penegak Hukum (APH) Jambi, serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jambi.