EKONOMI & BISNISPARINGIN (BALANGAN)

Tembus Rp95 Ribu Per Kilo, Petani Cabai di Balangan Berjuang Lawan Hama

×

Tembus Rp95 Ribu Per Kilo, Petani Cabai di Balangan Berjuang Lawan Hama

Sebarkan artikel ini
Tembus Rp95 Ribu Per Kilo, Petani Cabai di Balangan Berjuang Lawan Hama. (Dok: Ilustrasi AI)
Tembus Rp95 Ribu Per Kilo, Petani Cabai di Balangan Berjuang Lawan Hama. (Dok: Ilustrasi AI)

PARINGIN, narasipublik.net Harga komoditas cabai rawit jenis Tiung Tanjung di Kabupaten Balangan melonjak tajam hingga menembus angka Rp95 ribu per kilogram di tingkat petani.

Kenaikan harga yang cukup signifikan ini menjadi angin segar bagi para petani setempat untuk mendulang keuntungan dari hasil panen mereka.

Meski menjanjikan pundi-pundi rupiah, namun para petani harus bekerja ekstra keras menjaga kondisi tanaman di tengah cuaca panas yang terik.

Salah seorang petani cabai Balangan, Armani, mengungkapkan lonjakan harga ini memacu semangat warga untuk memaksimalkan perawatan lahan pertanian mereka.

“Lonjakan harga ini menjadi momentum bagi kami untuk meningkatkan pendapatan, selama jumlah produksi panen tetap terjaga,” kata Armani, Rabu (09/09/2026).

Ia membeberkan bahwa patokan harga di tingkat pengepul sudah tergolong tinggi dan berpotensi melonjak lebih mahal saat berada di pasaran.

“Di tingkat petani harganya berkisar Rp85 ribu sampai Rp95 ribu per kilo, jadi di pasar kemungkinan besar bisa menembus Rp100 ribu,” lanjutnya.

Namun, untuk mempertahankan kualitas buah, petani harus merogoh kocek lebih dalam guna menambah biaya operasional penyiraman akibat kondisi tanah yang mudah mengering.

Tantangan tak berhenti di situ, ancaman hama pengganggu tanaman seperti trips dan kutu kebul juga semakin ganas menyerang lahan perkebunan.

“Serangan hama membuat daun cepat rontok, jadi pemantauan harus dilakukan secara intensif agar bunga cabai tidak gugur sebelum berbuah,” tutup Armani.