BERITA RELIGIBERITA UTAMAKANDANGAN (HSS)SEJARAH & BUDAYA

Masjid Tua di HSS Miliki Al Qur’an Berukuran 1 Meter Hingga 2 Centimeter

3449
×

Masjid Tua di HSS Miliki Al Qur’an Berukuran 1 Meter Hingga 2 Centimeter

Sebarkan artikel ini
Masjid Al Abrar Gambah Luar
Masjid Al Abrar, Desa Gambah Luar, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) miliki koleksi Al Qur'an berbagai ukuran. Sumber : Narasipublik.net

KANDANGAN, narasipublik.net Masjid Al Abrar adalah salah satu tempat ibadah tertua di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) yang memiliki nilai sejarah cukup tinggi.

Sebelum menjadi Masjid, dulunya merupakan sebuah Musholla atau Langgar Sungai Kudung yang didirikan pada tahun 1878 Masehi.

Sejak didirikannya tempat ibadah tersebut sudah beberapa kali mengalami renovasi hingga seperti saat ini.

Yakni pada tahun 1911 tempat ibadah ini sebelumnya merupakan Langgar Sungai Kudung resmi menjadi Masjid Sungai Kudung.

Hingga akhirnya tahun 1958 tempat ibadah tersebut merubah namanya menjadi masjid Al Abrar Gambah Luar yang dikenal sampai saat ini.

Masjid Al Abrar Gambah Luar
Koleksi-koleksi Al Qur’an berbagai ukuran yang dimiliki Masjid Al Abrar Gambah Luar, Kecamatan Kandangan, Kabupaten HSS. Sumber : Narasipublik.net

Tidak hanya nilai historisnya yang tinggi, masjid berlokasi di desa Gambah Luar, Kecamatan Kandangan ini juga memiliki berbagai koleksi bersejarah didalamnya.

Yakni kitab suci Al Qur’an beragam ukuran, dari yang paling besar 1 meter hingga terkecil berukuran 2 Centimeter tersimpan rapi di masjid.

Ketua pengurus masjid yang juga sekaligus penulis Al Qur’an berukuran besar, H Yuseri Fauzi menerangkan, ada 2 buah Al Qur’an besar buatannya yang kini menjadi koleksi di Masjid tersebut.

Masjid Al Abrar Gambah Luar
Salah satu Al Qur’an berukuran besar yang menjadi koleksi Masjid Al Abrar Gambah Luar. Sumber : Narasipublik.net

“Pertama kita membuat Al Qur’an tulisan tangan pada tahun 2015 hingga 2017 dengan ukuran 90 x 60 centimeter, dan ukuran 111 x 80,5 centimeter yang dikerjakan tahun 2017 selesai pada tahun 2019,” ucap H Yuseri Fauzi, Sabtu (17/04/2021).

Sedangkan Al Qur’an berukuran mini merupakan pemberian salah satu jamaah dari luar daerah yang pernah berkunjung ke masjid Al Abrar.

“Al Qur’an berukuran 2 x 4 centimeter ini adalah pemberian seseorang yang melaksanakan ibadah shalat di masjid ini,” terangnya.

Masjid Al Abrar Gambah Luar
Ketua pengurus Masjid Al Abrar, H Yuseri Fauzi menunjukkan koleksi Al Qur’an berukuran mini. Sumber : Narasipublik.net

Hingga kini di masjid Al Abrar memiliki belasan koleksi kitab suci Al Qur’an dengan ukuran berbeda-beda.

Sehingga menjadikannya sebagai ikon tersendiri bagi tempat ibadah tertua di Kota Kandangan tersebut.

Meski sudah beberapa kali dilakukan renovasi, namun interior dan artistik bangun masjid masih banyak yang tidak dirubah.

Hal tersebut bertujuan guna mempertahankan nilai sejarahnya dan keaslian karakter masjid.

“Bagian belakang Bangunan masjid ini hampir sebagian besar masih seperti dulu, yakni jendela kaca, dinding, plafon, serta menara masjidnya,” tutur pria berusia 74 tahun tersebut.

Masjid Al Abrar Gambah Luar
Al Qur’an berukuran 2 x 4 centimeter yang dimiliki Masjid Al Abrar Gambah Luar. Sumber : Narasipublik.net

Masjid Al Abrar kini menjadi tempat persinggahan para pengguna jalan dari berbagai daerah.

Selain lokasinya strategis di pinggir ruas jalan nasional, tempat ibadah tersebut juga terkenal dengan kebersihannya sehingga nyaman untuk beristirahat.

“Masjid ini milik seluruh umat muslim, sehingga terbuka 24 jam bagi siapa saja baik untuk melaksanakan ibadah maupun sekedar beristirahat,” pungkasnya. (Irf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *