KUALA KAPUAS, narasipublik.net – Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (PORTINA) Kabupaten Kapuas menggelar Lomba Menyipet Kapuas Rhythm of Culture 2026 tingkat Regional Kalimantan di GOR Panunjung Tarung, Sabtu (29/08/2026).
Ajang olahraga tradisional ini diikuti sebanyak 132 peserta yang terdiri dari 92 atlet putra dan 40 atlet putri dari berbagai wilayah di Kalimantan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kapuas Dodo selaku Ketua KORMI Kapuas, serta Kepala Disparbudpora Santoso yang hadir membacakan sambutan tertulis Bupati Kapuas HM Wiyatno.
Dalam sambutannya disampaikan bahwa olahraga menyipet atau sumpitan merupakan simbol kearifan lokal yang sarat nilai sejarah dan pembentukan karakter generasi muda.
“Menyipet butuh ketelitian, konsentrasi, dan kesabaran. Membangun daerah juga berarti menjaga jati diri, jangan sampai anak muda lupa dengan warisan leluhurnya,” ujar Santoso membacakan sambutan Bupati.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Kapuas Dodo menegaskan bahwa kegiatan ini harus menjadi pemicu pembinaan atlet tradisional secara berkelanjutan di seluruh penjuru daerah.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada perlombaan hari ini saja, tetapi terus dibina agar memiliki generasi penerus,” tutur Dodo.
Sementara itu, jalannya perlombaan menyipet kali ini berlangsung sengit hingga membutuhkan penentuan adu tiga anak panah sipet atau damek untuk menentukan deretan pemenang.
Pada kategori putra, Perramli berhasil mengamankan gelar Juara I, disusul Aldiannor Eje di posisi Juara II dan Irwan Saputra sebagai Juara III, kemudian Jefriyanto Harapan I, Syahrul Aini
Harapan II, serta Budung
Harapan III.
Sementara untuk kategori putri, Nusi Apriliani tampil memukau dan keluar sebagai Juara I, diikuti Celin Viel Angeline di posisi Juara II, Niken di urutan Juara III, Siti Raudah Harapan I, Wa’Apini Harapan II, dan Zefanya Agnesia Harapan III.
