JAKARTA, narasipublik.net – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melibatkan mahasiswa bidang teknik untuk mempercepat pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra pada akhir November 2025 lalu.
Mahasiswa yang diterjunkan ke lapangan sebagian besar berasal dari jurusan teknik sipil dan arsitektur. Mereka bertugas melakukan pengecekan langsung terhadap tingkat kerusakan bangunan, terutama rumah warga terdampak bencana.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan keterlibatan mahasiswa bertujuan memvalidasi data kerusakan agar bantuan dapat disalurkan secara tepat.
“Ini sudah kita lakukan di Sumatra Barat dengan mendayagunakan sebanyak 400 mahasiswa dari Universitas Andalas yang turun langsung ke kabupaten dan kota terdampak,” ujar Abdul dalam konferensi pers daring, Selasa (06/01/2025).
Ia menjelaskan, hasil verifikasi tersebut menjadi dasar penentuan skema bantuan rumah rusak ringan dan sedang, sekaligus acuan pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi warga terdampak berat.
“Data ini sangat penting untuk menentukan pembangunan huntara dan huntap bagi masyarakat yang rumahnya rusak berat atau hanyut,” katanya.
Abdul Muhari menambahkan, pembangunan hunian menjadi salah satu target utama dalam fase transisi darurat pascabencana di wilayah Sumatra.
“Kita mendapatkan laporan berjenjang dari pemerintah daerah, dan data ini masih akan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan,” ucapnya.
Terkait status penanganan bencana, Abdul Muhari menyebut Provinsi Aceh masih menerapkan status tanggap darurat hingga 8 Januari 2026 di sembilan kabupaten dan kota terdampak.
“Untuk Sumatra Utara dan Sumatra Barat, seluruh wilayah terdampak saat ini sudah memasuki fase transisi darurat,” pungkasnya.

