BERITA NASIONALPERISTIWA

BNPB Pastikan Seluruh Jalur Darat di Aceh Pulih Pascabencana

×

BNPB Pastikan Seluruh Jalur Darat di Aceh Pulih Pascabencana

Sebarkan artikel ini
Proses pembersihan akses jalan dari material pascabanjir di Aceh. (Dok. BNPB)
Proses pembersihan akses jalan dari material pascabanjir di Aceh. (Dok. BNPB)

JAKARTA, narasipublik.net Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan seluruh akses jalur darat di Provinsi Aceh telah kembali pulih pascabanjir dan tanah longsor.

Pemulihan tersebut dinyatakan telah sesuai dengan target yang ditetapkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk jalan dan jembatan nasional di wilayah Aceh.

“Target dari Kementerian PU untuk jalan dan jembatan seluruh akses nasional di Aceh pulih pada 30 Desember dan alhamdulillah semuanya tercapai,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Kamis (01/01/2026).

Ia menjelaskan Jalan Nasional Takengon–Blangkejeren yang sebelumnya terdampak kini telah berfungsi normal dan dapat dilalui kendaraan.

“Seluruh jalur penghubung Banda Aceh menuju Medan juga sudah kembali bisa dilewati,” ujarnya.

Abdul Muhari menyebut jalur Banda Aceh–Medan melalui jalur timur, Banda Aceh–Nagan Raya melalui jalur barat, serta Nagan Raya–Takengon kini telah tersambung.

“Dari Lhokseumawe ke Takengon melalui jalur KKA juga sudah terhubung kembali,” katanya.

Selain itu, pemerintah menyediakan jalur alternatif untuk mendukung mobilitas masyarakat, termasuk jalur Bireuen–Bener Meriah yang sempat terdampak.

“Bireuen ke Bener Meriah sudah bisa dilalui meskipun ada beberapa jembatan dalam perbaikan, namun tersedia jalur alternatif sehingga fungsional,” ucapnya.

BNPB mencatat terdapat 38 titik ruas jalan terdampak bencana yang kini telah ditangani, meski dua ruas masih mengandalkan jalur alternatif di beberapa lokasi.

“Secara fungsional, seluruh akses jalan sudah 100 persen dapat dilalui,” kata Abdul Muhari.

Sementara itu, dari 16 jembatan yang sebelumnya putus, sebanyak 12 jembatan telah diperbaiki, sedangkan empat lainnya masih melalui jalur alternatif.

“Empat jembatan tersebut memiliki jalur pengganti sehingga tetap fungsional dan bisa dilewati masyarakat,” pungkasnya.