AMUNTAI (HSU)KESEHATANPENDIDIKAN

Angka Stunting di HSU Alami Peningkatan

Avatar photo
411
×

Angka Stunting di HSU Alami Peningkatan

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinkes HSU, Dr. Mochamad Yandi Friyadi.
Kepala Dinkes HSU, Dr. Mochamad Yandi Friyadi.

AMUNTAI, narasipublik.net Kasus gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi atau stunting di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mengalami peningkatan.

Kenaikan angka stunting tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, Dr. Mochamad Yandi Friyadi saat acara pemeriksaan kebugaran jasmani anak sekolah, di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 HSU, Selasa (11/06/2024) lalu.

Dirinya menyebut, angka stunting di Kabupaten HSU saat ini mengalami kenaikan hingga mencapai delapan persen dari tahun 2022.

“Pada tahun 2022 angka stunting di HSU ada di angka 28 persen, sedangkan 2024 meningkat menjadi 36 persen,” ucap Dr. Mochamad Yandi Friyadi.

Lebih lanjut, dari 10 kecamatan yang ada di Bumi Bertaqwa, kasus stunting didominasi di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Danau Panggang, Babirik, dan Kecamatan Paminggir.

“Kasus stunting tersebar di seluruh kecamatan, namun yang lebih signifikan ada di tiga kecamatan itu,” tuturnya.

Sementara itu, untuk menekan angka kasus stunting yang lebih tinggi, pemerintah daerah setempat telah melakukan berbagai upaya, baik dalam hal pencegahan maupun penanganan.

“Saat ini kami telah melakukan berbagai intervensi terhadap peningkatan kasus stunting, salah satunya dengan upaya pemberian makanan tambahan dan pemeriksaan anemia bagi anak sekolah,” terangnya.

Dengan upaya tersebut pihaknya berharap dapat menekan resiko peningkatan stunting, serta meningkatkan kebugaran anak guna menyongsong generasi yang lebih sehat.

“Semoga dengan pemberian gizi tambahan ini nantinya anak-anak perempuan kita bisa siap untuk menghadapi hidup baru sebagai calon seorang ibu,” pungkasnya.