SEJARAH & BUDAYATAULAH PIAN

Mengapa Sungai Begitu Penting bagi Orang Banjar? Ini Penjelasannya

×

Mengapa Sungai Begitu Penting bagi Orang Banjar? Ini Penjelasannya

Sebarkan artikel ini
Mengapa Sungai Begitu Penting bagi Orang Banjar? Ini Penjelasannya. (Dok: Ilustrasi)
Mengapa Sungai Begitu Penting bagi Orang Banjar? Ini Penjelasannya. (Dok: Ilustrasi)

TAULAH PIAN, narasipublik.net Jika ingin memahami kehidupan masyarakat Banjar, jangan hanya melihat daratan.

Cobalah melihat sungainya.

Bagi masyarakat Banjar, sungai sejak lama menjadi bagian penting dalam kehidupan. Permukiman, perdagangan, transportasi hingga aktivitas sehari-hari berkembang mengikuti keberadaan sungai.

Kondisi tersebut kemudian melahirkan apa yang dikenal sebagai budaya sungai.

Di Banjarmasin, hubungan masyarakat dengan sungai bahkan menjadi salah satu ciri khas kota yang dikenal sebagai Kota Seribu Sungai.

Penelitian mengenai permukiman Banjarmasin mencatat bahwa budaya bermukim di bantaran sungai telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Banjar secara turun-temurun.

Sungai sebagai Jalan, Tempat Tinggal, dan Ruang Kehidupan

Pada masa ketika akses jalan darat belum berkembang seperti sekarang, sungai memiliki fungsi yang sangat penting.

Perahu menjadi salah satu alat untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Masyarakat juga memanfaatkan sungai untuk membawa barang, berdagang, mencari ikan, hingga menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Kajian mengenai sejarah Banjarmasin menunjukkan bahwa masyarakat Banjar telah lama memanfaatkan sungai untuk permukiman, perdagangan, perekonomian, dan transportasi.

Tidak mengherankan jika banyak permukiman kemudian tumbuh di sepanjang sungai.

Rumah-rumah dibangun di tepi air.

Titian menjadi penghubung antarrumah.

Perahu menjadi bagian dari mobilitas masyarakat.

Bahkan berbagai perlengkapan rumah tangga dan aktivitas sehari-hari menyesuaikan kondisi lingkungan perairan.

Dalam penelitian mengenai permukiman bantaran Sungai Jingah, misalnya, titian disebut memiliki fungsi penting sebagai akses penghubung antara rumah dan jalan.

Artinya, sungai tidak hanya berada di depan rumah.

Sungai menjadi bagian dari ruang hidup.

Dari Pasar Terapung hingga Budaya yang Terus Bertahan

Hubungan masyarakat Banjar dengan sungai juga terlihat dari keberadaan pasar terapung.

Para pedagang menggunakan perahu untuk menjajakan berbagai barang dagangan di atas sungai. Tradisi tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu daya tarik budaya dan pariwisata Kalimantan Selatan.

Pasar Terapung Lok Baintan menjadi salah satu contohnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyebut wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut dapat melihat kehidupan masyarakat Banjar yang masih lekat dengan sungai, sekaligus berinteraksi dengan pedagang yang berjualan menggunakan perahu.

Budaya sungai juga terlihat melalui keberadaan jukung atau perahu tradisional.

Perahu bukan sekadar alat transportasi.

Dalam kehidupan masyarakat Banjar, jukung menjadi bagian dari pengetahuan dan keterampilan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Kajian kebudayaan juga mencatat perkembangan kemampuan membuat perahu sebagai bagian dari budaya sungai masyarakat Kalimantan Selatan.

Namun, kehidupan masyarakat terus berubah.

Jalan raya, kendaraan bermotor, dan perkembangan kota membuat ketergantungan terhadap sungai tidak lagi seperti masa lalu.

Meski begitu, budaya sungai belum sepenuhnya hilang.

Permukiman tepian sungai masih dapat ditemukan.

Pasar terapung tetap menjadi identitas wisata.

Susur sungai terus diminati.

Dan berbagai kegiatan budaya masih menggunakan sungai sebagai bagian dari ruang masyarakat.

Pemerintah Kalimantan Selatan sendiri pernah menegaskan bahwa budaya sungai merupakan salah satu identitas masyarakat Kalsel yang perlu dipertahankan.

Karena itu, menjaga sungai bukan hanya persoalan lingkungan.

Ada sejarah dan kebudayaan masyarakat yang ikut bergantung pada keberadaannya.

Ketika sungai tercemar atau kehilangan fungsinya, yang terdampak bukan hanya ekosistem air.

Sebagian dari identitas kehidupan masyarakat Banjar juga ikut terancam.

Sungai bagi masyarakat Banjar memiliki fungsi yang sangat luas, mulai dari transportasi, perdagangan, permukiman, hingga menjadi bagian dari budaya dan identitas masyarakat. Tradisi seperti pasar terapung, jukung, dan kehidupan di bantaran sungai menjadi bukti kuat hubungan tersebut.