KUALA KAPUAS, narasipublik.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas menggelar Focus Group Discussion (FGD) guna menyusun rencana kontingensi penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Hotel Fovere, Selasa (14/07/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kapuas Dodo serta dihadiri Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kapuas Pangeran S Pandiangan bersama instansi lintas sektoral terkait.
Wabup Kapuas Dodo menekankan pentingnya membangun sinergi yang solid antarlini, termasuk pelibatan aktif dari pihak swasta dan seluruh elemen masyarakat dil lapangan.
“Pemerintah daerah berharap seluruh elemen masyarakat, PBS (Perusahaan Besar Swasta) maupun BPBD bisa berkoordinasi lintas sektoral, TNI, Polri, kecamatan juga desa agar ke depan penanganan karhutla bisa tertangani dengan baik,” ujar Dodo.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Kapuas Pangeran S Pandiangan menjelaskan bahwa FGD ini bertujuan merumuskan kerangka kerja guna menyatukan peran dinas, instansi vertikal, hingga korporasi.
Ia juga meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan unsur pentaheliks yang terlibat untuk menyingkirkan ego sektoral demi mengutamakan keselamatan masyarakat luas.
“Kita berharap semua pihak yang ada, tidak membawa ego masing-masing sehingga bisa bekerja sama. Tujuannya Kapuas bebas asap,” tutur Pangeran.
Ia turut mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra mengingat sebagian besar wilayah Kapuas merupakan area lahan gambut yang sangat rentan terbakar.
“Imbauan kepada masyarakat karena ini El Nino kemarau panjang, jangan membakar lahan sembarangan karena Kapuas endemik dengan gambut,” pungkasnya.
