BERITA RELIGIKANDANGAN (HSS)

Lepas 103 Kafilah, Bupati HSS Sebut MTQ Sebagai Syiar Islam dan Investasi Akhlak

×

Lepas 103 Kafilah, Bupati HSS Sebut MTQ Sebagai Syiar Islam dan Investasi Akhlak

Sebarkan artikel ini
Bupati HSS, H. Syafrudin Noor menyerahkan bendera kontingen MTQ Kabupaten HSS. (Foto : Istimewa)
Bupati HSS, H. Syafrudin Noor menyerahkan bendera kontingen MTQ Kabupaten HSS. (Foto : Istimewa)

KANDANGAN, narasipublik.net Sebanyak 103 kafilah dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) resmi diberangkatkan untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-36 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Jumat (20/06/2025).

Pelepasan dipimpin langsung oleh Bupati HSS, H. Syafrudin Noo yang berlangsung di halaman Kantor Sekretariat Daerah (Setda) setempat.

MTQ tingkat provinsi kali ini diselenggarakan di Kabupaten Banjar, berlangsung dari 19 hingga 27 Juni 2025.

Dalam sambutannya, Bupati HSS, Syafrudin Noor menekankan bahwa MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana dakwah dan penguatan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.

“Kafilah bukan sekadar peserta lomba, tapi duta-duta syiar Islam yang membawa nama baik Hulu Sungai Selatan. Tunjukkan semangat Qur’ani dalam setiap langkah,” pesan Bupati Syafrudin Noor.

Kafilah HSS berjumlah total 103 orang, terdiri dari 53 peserta lomba dan sisanya merupakan unsur pimpinan, dewan hakim, musda, koordinator bidang, pelatih, serta official pendamping.

Mereka akan bertanding di 10 cabang lomba, antara lain tilawah, qiraat, tartil, tahfizh, tafsir, syarhil qur’an, fahmil quran, khattil quran, karya tulis Al-Qur’an, dan hafalan hadits.

Bupati Syafrudin juga menegaskan bahwa Pemkab HSS akan terus memperkuat pembinaan lewat Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) serta peningkatan kapasitas qari dan qariah lokal.

“MTQ adalah investasi moral dan spiritual yang akan berdampak besar bagi generasi muda kita. Ini bukan hanya tentang medali, tapi tentang warisan akhlak,” tegas Bupati.

Sementara itu, Wakil Bupati HSS, H. Suriani, menyampaikan bahwa seluruh kontingen telah menjalani proses persiapan yang matang, baik teknis maupun spiritual.

“Kami berharap mereka dapat tampil maksimal dengan tetap menjunjung nilai-nilai kejujuran, adab Islami, dan menjadikan kompetisi ini sebagai bentuk ibadah,” pungkasnya.