KALIMANTAN TENGAHPEMERINTAH DAERAH

Wakil Bupati Dodo Tekankan Akurasi Data dalam Rakor Pengendalian Inflasi Kapuas

×

Wakil Bupati Dodo Tekankan Akurasi Data dalam Rakor Pengendalian Inflasi Kapuas

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Dodo Tekankan Akurasi Data dalam Rakor Pengendalian Inflasi Kapuas. (Dok. Istimewa)
Wakil Bupati Dodo Tekankan Akurasi Data dalam Rakor Pengendalian Inflasi Kapuas. (Dok. Istimewa)

KUALA KAPUAS, narasipublik.net Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2026 secara virtual yang dipimpin langsung oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (20/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Kantor Bupati Kapuas, agenda ini juga membahas evaluasi dukungan Pemerintah Daerah terhadap program 3 juta rumah serta progres jaminan produk halal.

Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Bupati Kapuas Dodo, Sekretaris Daerah Usis I. Sangkai, Kepala BPS Kapuas Ahmad Nasrullah, perwakilan Bulog, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Kapuas Dodo menekankan pentingnya akurasi data serta sinergi lintas lembaga sebagai pondasi utama menjaga stabilitas ekonomi di Bumi Tingang Menteng.

​”Kita ingin ke depan pemerintah daerah bisa bersinergi dengan Bulog dan BPS agar kita ada satu bahasa dalam data,” ujar Dodo.

Ia menginstruksikan jajaran terkait untuk menyelaraskan data agar kebijakan yang diambil tepat sasaran, termasuk merencanakan survei pasar bersama guna memastikan kondisi riil di lapangan.

Dodo menilai pengawasan terhadap stok dan jalur pemasaran sangat penting agar posisi Kapuas sebagai lumbung pangan tetap terjaga kekuatannya.

​”Stok dan pemasarannya sangat penting dipantau agar kita tidak hanya mencukupi kebutuhan internal, tetapi juga mampu menjual komoditas ke daerah lain,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kapuas Usis I. Sangkai meminta tim teknis untuk bergerak cepat dalam memberikan solusi intervensi yang nyata di lapangan.

​Ia berharap data yang dirilis BPS nantinya dapat menunjukkan tren positif setelah adanya intervensi dari pemerintah daerah terhadap fluktuasi harga.

​”Kita berharap data dari BPS ini bisa terkoreksi dengan adanya intervensi dari pemerintah daerah, sehingga fluktuasi harga tidak melonjak naik,” punhkas Usis.