AMUNTAI, narasipublik.net – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terus memperkuat lini pengawasan non-tahapan dengan menyambangi sejumlah partai politik di daerah setempat.
Secara maraton, rombongan Bawaslu HSU melakukan koordinasi ke Sekretariat DPC Partai Amanat Nasional (PAN), DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), hingga DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten HSU.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu HSU Marfai, bersama komisioner Syardani dan M Khairudin untuk membangun sinergi kepemiluan jangka panjang demi menyambut Pemilu Serentak Tahun 2029.
Saat bertamu ke PAN HSU, rombongan diterima oleh Sekretaris DPC Rosehan Anwar, di mana Bawaslu menekankan pentingnya akurasi pemutakhiran data pengurus dan keanggotaan berkala lewat aplikasi Sipol.
“Demokrasi yang kuat lahir dari komunikasi yang baik antar seluruh elemen, termasuk penyelenggara pemilu dan partai politik. Melalui silaturahmi seperti ini, kita ingin membangun konsolidasi demokrasi yang sehat,” ujar Marfai.
Sementara itu, saat berdialog dengan Ketua DPC PKB HSU Mawardi, fokus pembicaraan bergeser pada pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), terutama menyangkut perlindungan hak pilih bagi para pemilih pemula.
Bawaslu membeberkan adanya temuan di lapangan terkait ketidaksesuaian administrasi kependudukan, seperti warga yang telah meninggal dunia namun namanya masih tercantum di data pemilih potensial.
Anggota Bawaslu HSU, Syardani, menjelaskan jajarannya terus melakukan uji petik dan pencocokan data kematian serta perubahan status warga, termasuk berkoordinasi dengan sekolah-sekolah di HSU.
Berlanjut ke DPD Golkar HSU, rombongan Basaslu disambut oleh Ketua DPD H Sahrujani dan Ketua Harian H Muryadi yang menyatakan kesiapan penuh untuk bersinergi.
“Pada prinsipnya kami siap mendukung terciptanya demokrasi yang sehat serta terus menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan penyelenggara pemilu,” ungkap Sahrujani.
Melalui safari politik kelembagaan ini, Bawaslu HSU berharap fondasi demokrasi di Bumi Berqakwa semakin kokoh, transparan, dan memiliki integritas tinggi jauh sebelum tahapan pemilu resmi dimulai.
