TAULAH PIAN, narasipublik.net – Isu Super Flu belakangan ramai dibicarakan publik. Kekhawatiran ini muncul di tengah musim flu dan batuk, ditambah pengalaman pandemi Covid-19 yang masih membekas di masyarakat.
Istilah Super Flu merujuk pada influenza A(H3N2) subclade K yang kini menjadi perhatian global. Meski terdengar mengkhawatirkan, otoritas kesehatan menegaskan bahwa varian ini masih tergolong flu yang sudah dikenal.
Berikut rangkuman fakta penting terkait Super Flu yang perlu diketahui masyarakat.
1. Awal Munculnya Super Flu
Influenza A(H3N2) subclade K pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025.
Sejak ditemukan, subclade ini telah dilaporkan beredar di lebih dari 80 negara, sehingga menjadi perhatian dalam sistem surveilans influenza global.
2. Gejala Masih Seperti Flu Musiman
Berdasarkan penilaian World Health Organization (WHO), tidak ada peningkatan tingkat keparahan pada subclade K.
Gejala yang muncul umumnya sama seperti flu biasa, mulai dari demam, batuk, pilek, sakit kepala, hingga nyeri tenggorokan.
3. Lonjakan Kasus di Amerika Serikat
Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, menyebut peningkatan kasus influenza A(H3) secara global mulai terpantau di Amerika Serikat sejak minggu ke-40 tahun 2025.
Lonjakan ini sejalan dengan masuknya musim dingin yang memang kerap memicu peningkatan kasus flu.
4. Penyebaran di Kawasan Asia
Di Asia, subclade K telah terdeteksi sejak Juli 2025 di sejumlah negara, seperti Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand.
Meski menjadi varian dominan, tren kasus influenza di negara-negara tersebut justru menunjukkan penurunan dalam dua bulan terakhir.
![]()
5. Situasi Terkini di Indonesia
Kementerian Kesehatan RI memastikan kondisi influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia hingga akhir Desember 2025 masih terkendali.
Tidak ditemukan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan varian influenza lain yang selama ini beredar.
6. Hasil Surveilans Nasional
Surveilans di Indonesia menunjukkan influenza A(H3) masih menjadi varian dominan. Tren kasus flu nasional tercatat menurun dalam dua bulan terakhir.
Pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang selesai pada 25 Desember 2025 mendeteksi subclade K sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI.
7. Jawa Timur Catat Kasus Terbanyak
Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K di delapan provinsi.
Kasus terbanyak ditemukan di Jawa Timur, disusul Kalimantan Selatan dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak.
8. Kemenkes Perkuat Kesiapsiagaan
Kemenkes RI menegaskan akan terus memperkuat surveilans, pelaporan, dan kesiapsiagaan dalam merespons dinamika influenza.
Dari 843 spesimen positif influenza, sebanyak 348 sampel telah menjalani pemeriksaan WGS. Seluruh varian yang terdeteksi merupakan varian yang sudah dikenal secara global.
9. Langkah Pencegahan yang Disarankan
Masyarakat diimbau tetap tenang dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Menjaga daya tahan tubuh serta mendapatkan vaksinasi influenza tahunan sangat dianjurkan, terutama bagi lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta.

