INTERNASIONAL

Konflik Timur Tengah Guncang Harga Pasar Minyak Dunia, Donald Trump: Perang Akan Berakhir

×

Konflik Timur Tengah Guncang Harga Pasar Minyak Dunia, Donald Trump: Perang Akan Berakhir

Sebarkan artikel ini
Harga Pasar Minyak Dunia. (Dok. Ilustrasi)
Harga Pasar Minyak Dunia. (Dok. Ilustrasi)

JAKARTA, narasipublik.net Harga minyak dunia mengalami fluktuasi tajam dalam beberapa hari terakhir seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.

Data dari Refinitiv menunjukkan pada Selasa (10/3/2026) pukul 09.50 WIB harga minyak mentah jenis Brent Crude Oil berada di level US$98,96 per barel, sementara West Texas Intermediate diperdagangkan di kisaran US$94,77 per barel.

Harga tersebut tercatat lebih rendah dibanding lonjakan ekstrem yang terjadi pada awal pekan ketika pasar global sempat dilanda kepanikan akibat potensi gangguan distribusi energi dunia.

Jika menilik pergerakan sejak akhir Februari, reli harga minyak sebenarnya telah berlangsung cukup cepat. Brent misalnya naik dari US$70,75 per barel pada 26 Februari menjadi US$77,74 pada 2 Maret, lalu meningkat ke US$81,40 pada 3–4 Maret hingga mencapai US$92,69 pada 6 Maret.

Lonjakan harga semakin tajam pada awal pekan ini setelah eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu kekhawatiran terhadap keamanan jalur distribusi minyak global, terutama di kawasan Selat Hormuz.

Selat tersebut merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Gangguan pelayaran di kawasan itu bahkan sempat membuat kapal tanker tertahan selama beberapa hari dan memaksa sejumlah produsen mengurangi produksi karena keterbatasan kapasitas penyimpanan.

Situasi tersebut sempat mendorong harga minyak melonjak hingga menyentuh US$119 per barel pada Senin, level tertinggi sejak pertengahan 2022. Kenaikan dipicu kombinasi faktor seperti kekhawatiran pasokan global, penurunan produksi negara Teluk, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Namun reli harga tidak berlangsung lama setelah Donald Trump menyatakan konflik di Timur Tengah berpotensi berakhir lebih cepat dari perkiraan.

“Operasi militer terhadap Iran sudah sangat mendekati selesai,” kata Trump dalam wawancara dengan CBS, seraya menyebut konflik kemungkinan berakhir lebih cepat dari estimasi awal empat hingga lima minggu.

Pernyataan tersebut membantu meredakan kekhawatiran pasar energi global. Selain itu, pemerintah Amerika Serikat juga dikabarkan mempertimbangkan opsi tambahan pasokan, termasuk kemungkinan melonggarkan sanksi energi terhadap Rusia dan melepas cadangan minyak strategis.

Meski demikian, ketidakpastian masih membayangi pasar setelah Islamic Revolutionary Guard Corps memperingatkan bahwa Iran dapat menghentikan aliran minyak dari kawasan jika serangan Amerika Serikat dan Israel terus berlanjut.