KOTA BANJARMASINPERISTIWA & HUKUM

Kisah Pilu Korban Kebakaran di Banjarmasin Yang Rumahnya Hangus Dilahap Api

×

Kisah Pilu Korban Kebakaran di Banjarmasin Yang Rumahnya Hangus Dilahap Api

Sebarkan artikel ini
https://narasipublik.net/
Rumah Wahidah (53) di Jalan 9 Nopember RT 10 RW 01, Kelurahan Benua Anyar, Banjarmasin Timur hangus dilahap si jago merah, Senin (13/09/2021).

BANJARMASIN, narasipublik.net Peristiwa kebakaran terjadi di Banjarmasin Jalan 9 Nopember RT 10 RW 01, Kelurahan Benua Anyar, Banjarmasin Timur, Senin (13/09/2021).

Musibah yang terjadi sekitar pukul 05.05 Wita tersebut menghanguskan 6 buah rumah yang berada di tepian sungai Martapura.

“Kejadian saat warga sudah bersiap akan menjalankan shalat subuh,” ujar Ketua RT 10, Achmad Nafiah.

Menurutnya, kebakaran tersebut berdampak pada 7 kepala keluarga dengan total jiwa 27 orang penghuni.

Sementara itu, Wahidah (53) salah satu warga yang turut menjadi korban kebakaran terlihat hanya bisa meneteskan air mata pasca si jaga merah melahap rumahnya.

Ia menuturkan, pada saat kejadian dirinya tidak bisa menyelamatkan barang-barangnya berharganya.

“Semuanya habis, ludes karena api, sisa baju di badan,” ujar Wahidah sambil menangis.

Bahkan, sang adik yang memiliki riwayat penyakit asma terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit akibat peristiwa nahas tersebut.

“Dia baru keluar di rumah sakit dan dirawat di rumah saya sementara, pas kejadian kebakaran ini, penyakitnya kumbuh dan langsung dibawa ke rumah sakit lagi pakai mobil BPK,” ujarnya.

Peristiwa yang berlangsung begitu cepat membuat Wahidah lebih memilih menyelamatkan orang-orang terdekatnya dibandingkan harta benda.

“Suami saya juga sering sesak napas, saya langsung selamatkan suami, dari pada dia kenapa-kenapa,” tuturnya.

Sebelum kejadian, Wahidah mengaku sudah bangun dari tidur dan hendak melaksanakan shalat subuh. Ketika akan mengambil air wudhu, ia dikejutkan dengan teriakan api-api dari luar.

Penasaran apa yang terjadi, ia pun mencoba mencari tau apa yang terjadi di luar dan tiba dirinya melihat api sudah membesar dari rumah sebelah.

Tanpa pikir panjang, ia langsung memberitahu keluarganya yang berad di dalam rumah untuk segera menyelamatkan diri.

“Tolong sekali bantuan untuk saya dan keluarga,” tutupnya lirih dengan air mata yang berlinang.

Reporter : DAL
Editor : Van