BANDAR LAMPUNG, narasipublik.net – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat lonjakan trafik yang signifikan pada sejumlah lintasan penyeberangan utama nasional sepanjang libur panjang (long weekend) Kenaikan Yesus Kristus 2026.
Lintasan Merak–Bakauheni menjadi koridor terpadat dengan melayani sebanyak 133.248 penumpang dan 36.647 kendaraan untuk arus mudik, serta 118.383 penumpang dan 32.994 kendaraan pada arus balik.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, mengungkapkan bahwa angkutan ferry kini telah bertransformasi menjadi pilihan utama masyarakat karena menawarkan kepraktisan, keamanan, dan efisiensi.
“Ferry kini menjadi bagian penting dari gaya perjalanan masyarakat karena menawarkan fleksibilitas, efisiensi, serta pengalaman perjalanan yang semakin nyaman dan aman,” ujar Heru Widodo, Senin (18/05/2026).
Lonjakan penumpang tertinggi di koridor Jawa–Sumatera tersebut terjadi pada Kamis (14/05/2026) dengan persentase kenaikan mencapai 60,7 persen untuk penumpang dan 41,5 persen untuk kendaraan.
Tren serupa juga terjadi di lintasan Ketapang–Gilimanuk (Jawa–Bali) yang sukses melayani 96.858 penumpang pada arus mudik serta 90.759 penumpang pada arus balik dengan komitmen keselamatan yang ketat.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa kelancaran operasional ini didukung oleh optimalisasi armada, kesiapan personel di lapangan, serta integrasi sistem tiket digital Ferizy.
“Kami memastikan seluruh layanan berjalan optimal dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa,” terang Windy Andale.
Guna menghindari penumpukan di area pelabuhan, manajemen ASDP kembali mengingatkan para calon penumpang untuk memesan tiket secara mandiri melalui aplikasi resmi minimal satu hari sebelum keberangkatan.
“Kami dorong masyarakat yang akan naik ferry, agar membeli tiket sejak jauh hari karena sudah tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan. Pastikan bertiket H-1 dan hindari pembelian melalui calo,” pungkas Windy.
