KANDANGAN (HSS)PUBLIK SPORT

HUT KPOTI HSS, Sekda Muhammad Noor Buka Festival Olahraga Tradisional Pelajar

Avatar photo
954
×

HUT KPOTI HSS, Sekda Muhammad Noor Buka Festival Olahraga Tradisional Pelajar

Sebarkan artikel ini
Sekda HSS, Muhammad Noor bersama unsur Forkopimda HSS bermain Enggrang di acara festival olahraga tradisional pelajar HUT ke 2 KPOTI HSS.
Sekda HSS, Muhammad Noor bersama unsur Forkopimda HSS bermain Enggrang di acara festival olahraga tradisional pelajar HUT ke 2 KPOTI HSS.

KANDANGAN, narasipublik.net Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Muhammad Noor membuka festival olahraga tradisional pelajar di Lapangan Lambung Mangkurat, Kota Kandangan, Selasa (25/07/2023).

Festival olahraga tradisional pelajar kali ini digelar dalam rangka memperingati HUT ke 2 Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kabupaten HSS.

Ketua KPOTI Kabupaten HSS, Akhmad Fahmi mengatakan, festival olahraga tradisional pelajar ini sendiri akan berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 25 hingga 26 Juli 2023 yang diikuti pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA sederajat.

Dikatakan Fahmi, digelarnya festival olahraga tradisional tidak lain bertujuan untuk menumbuh kembangkan anak-anak didik tentang budaya tradisional kini sudah hampir terlupakan.

“Kita ingin memperkenalkan kembali berbagai permainan tradisional yang kini sudah hampir punah kepada anak-anak,” ucap Akhmad Fahmi.

Lebih lanjut, dengan adanya festival olahraga tradisional kali ini juga diharapkan dapat mengurangi dampak permainan modern, khususnya yang menggunakan handphone atau gadget.

“Kedepan, kami akan berkerja sama dengan dinas pendidikan untuk memuat pelajaran olahraga tradisional di seluruh jenjang pendidikan,” tuturnya.

Sementara itu, Sekda HSS Muhammad Noor mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan festival olahraga tradisional pelajar yang digelar KPOTI Kabupaten HSS.

Menurutnya, dengan adanya festival olahraga tradisional ini akan semakin meningkatkan kebersamaan diantara anak-anak dan mengajarkan kompetisi yang sehat.

“Kalah atau menang tidak menjadi masalah, yang terpenting kita bisa memberikan kegembiraan, khususnya bagi para pelajar,” pungkasnya.