AMUNTAI, narasipublik.net – Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) berjibaku selama 12 jam memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Mawarsari dan Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah.
Aksi pantang menyerah petugas di lapangan berhasil mengendalikan kobaran api sekaligus menyelamatkan bangunan sekolah yang lokasinya hanya berjarak beberapa meter dari titik kebakaran.
Proses pemadaman berlangsung penuh tantangan karena akses menuju lokasi amat sempit dan hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua.
Para petugas terpaksa mengangkut mesin pompa dan peralatan pemadam menggunakan sepeda motor untuk menerobos medan rawa yang sulit dijangkau.
Tantangan semakin berat lantaran minimnya sumber air bersih di area sekitar, sehingga petugas memanfaatkan sisa air lumpur rawa serta ranting pohon untuk memukul titik api.
Kepala BPBD HSU Syamrani menjelaskan, keterbatasan akses jalan menjadi kendala utama yang membuat proses pemadaman memakan waktu relatif lama.
“Mengingat akses lokasi yang sulit, kami memaksimalkan kendaraan roda dua untuk membawa peralatan. Hal ini membuat proses pemadaman berlangsung ekstra hingga lebih dari sepuluh jam,” ujar Syamrani.
Kendati sempat mundur akibat hembusan angin kencang dan kepulan asap pekat, petugas kembali menerobos kepungan asap saat mengetahui api mulai mendekati fasilitas pendidikan.
Kerja keras tim pemadam akhirnya membuahkan hasil manis tanpa ada laporan korban jiwa maupun kerugian materiil akibat peristiwa tersebut.
Menghadapi musim kemarau, BPBD HSU kembali mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar guna mencegah bencana serupa terjadi kembali.
