AMUNTAI, narasipublik.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Utara (HSU) akhirnya membeberkan pemicu terjadinya surplus Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.
Faktor utama kondisi finansial tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati HSU, Hero Setiawan, dalam rapat paripurna di Ruang Paripurna Lantai II Gedung DPRD HSU, Senin (29/06/2026).
Rapat paripurna penyampaian Jawaban Kepala Daerah atas Pandangan Umum Fraksi ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD HSU H. Ahmad Al Gifari bersama H. Mawardi, serta dihadiri jajaran kepala SKPD.
Wabup Hero Setiawan mengatakan, kelebihan anggaran tersebut bukan semata-mata akibat rendahnya serapan kerja, melainkan imbas kebijakan efisiensi belanja dan penjadwalan ulang sejumlah proyek.
Ia menjelaskan, beberapa SKPD terpaksa melakukan penyesuaian dokumen perencanaan strategis di tengah jalan sehingga beberapa program harus ditunda ke tahun berikutnya.
“Rendahnya serapan anggaran pada beberapa SKPD juga dipengaruhi ketidakseimbangan antara alokasi belanja gaji dan tunjangan ASN dengan jumlah personel yang tersedia,” ujar Hero Setiawan.
Di hadapan para wakil rakyat, Hero Setiawan juga mengklaim bahwa stabilitas ekonomi makro di Bumi Bertakwa tetap terjaga positif dan berhasil menekan angka kemiskinan sepanjang tahun 2025.
Intervensi program pembangunan yang mengacu pada target RPJMD tersebut dinilai telah menyentuh langsung kesejahteraan para petani, nelayan, hingga pelaku UMKM lokal.
“Capaian tersebut menunjukkan bahwa berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Seluruh jawaban resmi dari pihak eksekutif ini nantinya akan digodok kembali oleh badan anggaran DPRD HSU guna merampungkan draf Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025.
