BARABAI, narasipublik.net – Seorang lansia berinisial MR (62) dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di aliran Sungai Desa Pemangkih, Kecamatan Labuhan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Jumat (15/05/2026) malam.
Korban yang sehari-hari bertugas sebagai marbot masjid setempat tersebut memicu kekhawatiran setelah tidak kunjung menyalakan pemancar radio menjelang waktu salat Magrib seperti biasanya.
Kecurigaan pihak desa dan warga sekitar semakin menguat setelah melakukan pemeriksaan ke lokasi dan mendapati sepeda motor serta sepasang sandal milik korban tertinggal di tepi sungai dekat masjid.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin langsung merespons laporan dari pihak kepala desa dengan memberangkatkan satu tim rescue dari Pos SAR Tabalong menuju lokasi kejadian.
SMC (SAR Mission Coordinator), I Putu Sudayana, mengonfirmasi bahwa armada penyelamat langsung dikerahkan malam itu juga untuk memulai operasi pencarian di sekitar titik koordinat yang dicurigai.
“Saat ini unsur SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi yang dicurigai sebagai titik awal korban diduga tenggelam,” ujar I Putu Sudayana.
Ia menjelaskan bahwa proses penyisiran awal di lapangan sempat menghadapi kendala akibat terbatasnya jarak pandang dan minimnya sarana penerangan di sekitar bantaran sungai pada malam hari.
“Kami mengimbau masyarakat apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban, diharapkan segera melapor kepada petugas SAR terdekat,” tambahnya.
Operasi SAR ini turut melibatkan personel gabungan dari TNI-Polri, BPBD HST, petugas pemadam kebakaran, relawan rescue Muara Kata, serta dibantu oleh warga setempat.
Tim penyelamat juga dibekali dengan berbagai peralatan taktis pendukung keselamatan air seperti perahu karet (rubber boat), perangkat komunikasi radio, serta perlengkapan water rescue lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, petugas gabungan masih terus bersiaga dan melakukan pemantauan intensif di sepanjang aliran sungai guna menemukan tanda-tanda keberadaan tubuh korban.
