KANDANGAN, narasipublik.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS) melalui Dinas PPKBPPPA menggelar pelatihan manajemen kasus terhadap perempuan dan anak, di Qianna Inn Kandangan, Senin (07/07/2025).
Kegiatan tersebut bertujuan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan perlindungan dan respon terhadap korban kekerasan, baik perempuan maupun anak.
![]()
Data dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) jumlah kasus kekerasan perempuan dan anak di HSS menunjukkan peningkatan signifikan.
Pada tahun 2023 tercatat ada sebanyak 57 kasus yang naik menjadi 99 kasus di tahun 2024, dan hingga pertengahan 2025 ini sudah terdapat 43 kasus.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PPKBPPPA HSS Hendro Martono mengatakan, pelatihan ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dan menanamkan pendekatan berbasis hak korban dalam setiap penanganan kasus.
“Pelatihan ini penting untuk memperluas pemahaman serta membangun sinergi semua pihak. Pesertanya terdiri dari perangkat daerah yang tergabung dalam Gugus Tugas KLA, tenaga pendidik, petugas layanan kesehatan, PUSPAGA, PATBM, hingga Forum Anak HSS,” jelas Hendro.
Kegiatan ini juga menekankan pentingnya profesionalisme dalam penanganan kasus serta penguatan jejaring layanan untuk mendukung pemulihan korban secara menyeluruh.
Sekretaris Daerah (Sekda) HSS Muhammad Noor, saat membacakan sambutan Bupati HSS Syafrudin Noor, menegaskan bahwa satgas harus menjadi garda terdepan dalam perlindungan anak dan perempuan.
“Satgas bukan hanya simbol seremonial. Mereka adalah ujung tombak di lapangan. Maka dari itu pengetahuan dan keterampilan dari pelatihan ini wajib dimiliki,” tegasnya.
Ia berharap, para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk bekerja lebih responsif dan kolaboratif dalam menangani berbagai kasus kekerasan.
“Anak-anak memiliki hak dan martabat yang wajib kita jaga. Jangan biarkan mereka menjadi korban dua kali karena sistem kita tidak siap,” pungkasnya.
