BERITA UTAMARANTAU (TAPIN)

1.000 Rumah Layak Huni Rampung, Tapin Wujudkan Hunian Bermartabat untuk Warga

×

1.000 Rumah Layak Huni Rampung, Tapin Wujudkan Hunian Bermartabat untuk Warga

Sebarkan artikel ini
Bupati Tapin, H. Yamani didampingi Wakil Bupati, H. Juanda menyerahkan secara simbolis bantuan rumah layak huni kepada penerima manfaat. (Foto : Prokopim Tapin)
Bupati Tapin, H. Yamani didampingi Wakil Bupati, H. Juanda menyerahkan secara simbolis bantuan rumah layak huni kepada penerima manfaat. (Foto : Prokopim Tapin)

RANTAU, narasipublik.net Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapin menorehkan pencapaian membanggakan dengan menuntaskan pembangunan 1.000 unit rumah layak huni bagi warga berpenghasilan rendah yang tersebar di 12 kecamatan.

Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen Bupati Tapin, H. Yamani dan Wakil Bupati, H. Juanda dalam menjalankan program 100 hari kerja yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

Penyerahan terakhir dilakukan secara simbolis di Desa Batang Lantik, di mana 13 unit rumah menjadi pelengkap dari target total 1.000 unit yang kini resmi rampung.

“Ini bukan akhir, tapi awal dari komitmen jangka panjang. Setiap tahun hingga 2030, kami targetkan membangun 1.000 rumah lagi,” ujar Bupati Yamani, Rabu (28/05/2025).

Program ini dirancang untuk menghapuskan rumah tidak layak huni di Tapin secara bertahap, menciptakan lingkungan hunian yang aman, sehat, dan bermartabat bagi seluruh warga.

Yamani juga mengingatkan pentingnya keakuratan data dari para kepala desa, agar bantuan rumah benar-benar menyasar mereka yang paling membutuhkan.

“Validasi data adalah kunci agar program tepat sasaran. Kita ingin bantuan ini menyentuh masyarakat yang paling rentan,” tambahnya.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan), Yumanto, memastikan seluruh proses rehabilitasi rumah berjalan sesuai target dan pengawasan.

“Dengan penyerahan di Batang Lantik hari ini, program seribu rumah sudah tuntas. Ini capaian bersama yang patut kita syukuri,” ucap Yumanto.

Dengan visi jangka panjang hingga 2030, program ini diharapkan tidak hanya mengurangi angka rumah tidak layak huni, tetapi juga memperkuat fondasi sosial, kesehatan, dan ekonomi masyarakat Tapin.